Pelaksanaan sertifikasi kepada SDM Kesos mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, dan Peraturan Menteri Sosial Nomor 29 Tahun 2017. (Foto: Renjana Pictures)
Pelaksanaan sertifikasi kepada SDM Kesos mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, dan Peraturan Menteri Sosial Nomor 29 Tahun 2017. (Foto: Renjana Pictures)

Puluhan Ribu SDM Kesos Ditargetkan Raih Sertifikasi Tahun Ini

Nasional Berita Kemensos
Gervin Nathaniel Purba • 23 September 2020 17:40
Bandung: Pusat Pengembangan Profesi Pekerjaan Sosial dan Penyuluh Sosial dengan Lembaga Sertifikasi Pekerjaan Sosial mempunyai target untuk melaksanakan sertifikasi terhadap sumber daya manusia (SDM) penyelenggara kesejahteraan sosial (Kesos).
 
Terdapat 16.920 SDM Kesos yang harus mendapatkan sertifikasi. Meliputi pekerja sosial profesional, penyuluh sosial, tenaga kesejahteraan sosial (TKS), dan relawan sosial.
 
Pelaksanaan sertifikasi kepada SDM Kesos mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, dan Peraturan Menteri Sosial Nomor 29 Tahun 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Badan Pendidikan, Penelitian, dan Penyuluhan Sosial (BP3S) Kemensos Syahabuddin mengatakan proses pelaksanaan sertifikasi pada tahun 2020 sudah dimulai sejak Maret dengan melaksanakan sertifikasi bagi peserta diklat FDS PKH. Pelaksanaan sertifikasi masih berlangsung hingga saat ini.
 
Sehubungan dengan pandemi covid-19 yang belum berakhir, kegiatan sertifikasi dilakukan melalui media daring, zoom, dan lainnya. Pelaksanaan sertifikasi tidak terhambat sambil tetap melaksanakan protokol kesehatan.
 
"Selain pelaksanaan sertifikasi bagi pendamping PKH, juga dilaksanakan sertifikasi bagi SDM lainnya. Seperti pekerja sosial, penyuluh sosial, dan TKS lainnya diluar pendamping PKH," kata Syahabuddin, dikutip keterangan tertulis.
 
Puluhan Ribu SDM Kesos Ditargetkan Raih Sertifikasi Tahun Ini
(Foto: Renjana Pictures)
 
Selain fokus pada pelaksanaan sertifikasi SDM Kesos, Pusat Pengembangan Profesi Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial dan Lembaga Sertifikasi Pekerjaan Sosial juga melaksanakan sosialisasi dan bimbingan teknis sertifikasi bagi sakti peksos/pendamping anak, pekerja sosial adiksi, konselor adiksi/pendamping sosial Napza.
 
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Aston Bandung selama empat hari, sejak 21 September. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh SDM sakti peksos, peksos adkisi, dan konselor adiksi seluruh Indonesia yang berjumlah kurang lebih 410 orang, dan kurang lebih 937 peksos adiksi/konselor adiksi.
 
Syahabuddin menyampaikan arahan kepada peserta tentang pentingnya sertifikasi sebagai wujud legalitas pemerintah kepada SDM untuk dapat melaksanakan tugas dan fungsinya di masyarakat. Sertifikasi juga penting untuk menghindari terjadinya mall praktek yang dilakukan oleh SDM dimaksud.
 
Disamping itu juga, Syahabuddin menitik beratkan terhadap pentingnya sertifikasi bagi SDM penyelenggara kesejahteraan sosial sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan etik.
 
"Supaya SDM Kesos memiliki keilmuan, kerangka nilai, kerangka keahlian, dan etik dalam upaya penanganan kesejahteraan sosial bagi masyarakat Indonesia di tengah suasana normal baru," katanya.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif