Ilustrasi ASN. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi ASN. Foto: MI/Ramdani

Bawaslu Gunungkidul Pastikan Netralitas ASN dan TNI

Nasional
Ahmad Mustaqim • 05 Februari 2020 15:03
Gunungkidul: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memanggil lima orang dari unsur aparatur sipil negara (ASN) hingga anggota TNI aktif. Pemanggilan ini terkait netralitas jelang Pilkada 2020.
 
"Ada beberapa yang bisa datang, ada juga yang tidak atau belum bisa memenuhi undangan," kata Ketua Bawaslu Gunungkidul, Is Sumarsono, saat dihubungi, Rabu, 5 Februari 2020.
 
Sumarsono mengatakan lima orang yang dipanggil yakni Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rasyid; Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sutrisna Wibawa, staf Kesekretariatan DPRD Gunungkidul, Suparno; serta dua anggota TNI Kolonel Tugiman, dan Mayor Sunaryanto. Mereka telah diberika undangan untuk permintaan klarifikasi pada Selasa, 4 Februari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sumarsono menyebut Bahron datang langsung memenuhi undangan. Sementara Sutrisna Wibawa dan Mayor Tugiman hadir melalui utusan. Selain nama tersebut, pihaknya masih menunggu kedatangan untuk dimintai klarifikasi.
 
Sumarsono memastikan pemanggilan berkaitan laporan soal spanduk serta informasi mengenai keikutsertaan dalam Pilkada. Menurut dia tidak masalah apabila pemeriksaan diwakilkan.
 
"Pemanggilan yang kami lakukan sebagai bentuk pengawasan dan pencegahan (terjadinya pelanggaran pemilu)," jelas Sumarsono.
 
Sumarsono menegaskan ASN hingga anggota TNI aktif tak boleh memiliki kepentingan dalam proses pemilu. Meski batas permintaan klarifikasi soal ketertarikan mengikuti Pilkada, hal itu harus bisa dijelaskan dengan gamblang.
 
"Kami tak bisa memberikan sanksi. Karena ini pra pencalonan, jadi kalau ada keputusan hasilnya rekomendasi. Kami menjalankan tugas sesuai Surat Edaran (SE) Bawaslu RI tanggal 13 Januari 2020 tentang Pengawasan ASN, TNI, dan Polri," ungkap Sumarsono.
 
Sementara Bahron mengakui dirinya selesai diminta klarifikasi Bawaslu soal pemasangan spanduk. Spanduk tersebut berisi soal tema pendidikan dengan foto dirinya bersama Bupati Gunungkidul, Badingah. "Saya mengikuti aturan," kata Bahron.
 

 

(DEN)

TERKAIT
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif