Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto: Istimewa)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto: Istimewa)

Gugas Covid-19 Jatim Siapkan Sistem Rujukan Satu Pintu

Nasional Virus Korona Covid-19 Jatim 14 Hari
Amaluddin • 30 Juni 2020 21:58
Surabaya: Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan sistem rujukan satu pintu. Layanan berupa aplikasi ini guna mempercepat penanganan covid-19 dan membantu mengurangi angka kematian akibat terlambat dirujuk atau karena rumah sakit telah kelebihan kapasitas.
 
"Kita berharap angka kasus covid-19 yang muncul bisa dimitigasi lebih komprehensif, agar tingkat penyembuhan semakin tinggi dan angka kematian turun signifikan," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Selasa, 30 Juni 2020.
 
Salah satu poin penting dalam aplikasi, kata dia, yakni adanya pusat komando 24 jam yang terkoneksi langsung keRumah Sakit Darurat Lapangan Covid-19 di Jalan Indrapura Surabaya. Nantinya, petugas akan mengarahkan pasien covid-19 ke rumah sakit rujukan, berdasarkan tingkat risiko.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini menjadi bagian yang sangat penting, yakni pengintegrasian lewat one gate system," ujarnya.
 
Baca juga:Positif Covid-19 di Indramayu Bertambah Lagi
 
Menurut Khofifah, penyiapan aplikasi sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo, saat berkunjung ke Jatim empat hari lalu. Ia memastikan Panglima Kogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus akan mengomandoi RS Darurat Lapangan Covid-19 sesuai arahan Jokowi.
 
"Kami sudah memiliki sistem informasi sebelumnya, seperti update data real time yang terjadi di RS rujukan di Jatim. Nantinya update data tersebut akan diintegrasikan dengan sistem rujukan yang dikomandani Pangkogabwilhan II ini," jelas dia.
 
Sementara itu, Panglima Kogabwilhan II, Marsdya TNI Imran Baidirus, menjelaskan cara kerja sistem rujukan satu pintu, adalah masing-masing RS rujukan memiliki Person In Charge (PIC). Tugas dari PIC menginformasikan apakah RS mampu menerima pasien covid-19, serta memperbarui data ke pusat komando.
 
"Di command center, akan tersaji data semua rumah sakit yang bisa menerima pasien. Jika ada pasien di RS yang akan dirujuk ke RS lainnya, command center akan menghubungkan kedua RS tersebut, lalu memastikan ketersediaan bed, dan mengarahkan pasien akan dirujuk kemana. Sehingga diharapkan pendistribusiannya lebih baik dan lebih cepat, sehingga tidak terjadi penumpukan,” imbuh dia.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif