Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

Pembatasan Sosial Berlaku, Wisata dan Hiburan di Semarang Boleh Beroperasi

Nasional Virus Korona PSBB protokol kesehatan
Mustholih • 11 Januari 2021 14:48
Semarang: Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, resmi melakukan pembatasan sosial dengan mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat terkait Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Pembatasan sosial tersebut mulai berlaku sejak hari ini sampai 25 Januari 2021.
 
Untuk memastikan semua warga mematuhi pembatasan sosial, Pemerintah Kota Semarang akan melakukan operasi gabungan dua kali sehari. Mereka akan berpatroli ke tempat keramaian seperti mal, toko, restoran, dan tempat-tempat kerumunan untuk menegakkan kewajiban warga menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun. 
 
"Patroli gabungan dilakukan dari pukul 10.00 sampai 13.00 WIB dan 19.00 sampai 22.00 WIB," kata Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Semarang, Jateng, Senin, 11 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Kota Malang Modifikasi Aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
 
Dalam pembatasan sosial ini, Hevearita menegaskan aktivitas ekonomi di Kota Semarang dilarang beroperasi di atas pukul 21.00 WIB. Pusat-pusat perbelanjaan hanya boleh beroperasi sampai pukul 19.00 WIB, sementara tempat kuliner diberi toleransi melayani pelanggan sampai pukul 21.00 WIB. 
 
"Sehingga bagi pelaku usaha diharapkan paham dua pekan ini tolong bisa disiplin social distancing, pakai masker, dan rajin cuci tangan," ujar Hevearita menambahkan.
 
Selama masa pembatasan sosial, industri wisata di Kota Semarang masih diperkenan beroperasi. Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan semua tempat wisata, hotel, karaoke, spa, dan bar, boleh dibuka selama masa pembatasan sosial asalkan menerapkan protokol kesehatan covid-19 dengan ketat. 
 
"Semua ikuti PKM, tutup pukul 21.00 WIB. Kalau buka, monggo bebas jam berapa pun," ujar Iin, sapaan akrabnya.
 
Namun, Iin meminta semua industri pariwisata di Semarang harus membatasi pengunjung maksimal 50 persen dari jumlah okupansi normal. Iin mengaku akan melakukan pengawasan terhadap dunia wisata dan hiburan di Kota Semarang. "Kalau ada yang melanggar silakan lapor ke kami. Kami akan beri teguran mulai lisan, tertulis, sampai penutupan," beber Iin.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif