NEWSTICKER
Jajaran Polres Kulon Progo menunjukkan barang bukti kasus penganiayaan dan pengeroyokan, Rabu, 19 Februari 2020. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Jajaran Polres Kulon Progo menunjukkan barang bukti kasus penganiayaan dan pengeroyokan, Rabu, 19 Februari 2020. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Dua Warga Kulon Progo Dianiaya Anggota Geng

Nasional penganiayaan
Ahmad Mustaqim • 19 Februari 2020 14:44
Kulon Progo: Dua warga Kabupaten Kulon Progo dianiaya dengan senjata tajam oleh rekannya yang pernah tergabung dalam sebuah geng. Keduanya yang diketahui berinisial M dan MA diduga dianiaya lantangan keluar dari kelompok geng.
 
Kapolres Kulon Progo, AKBP Tartono, mengatakan dua orang itu merupakan korban kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang terjadi pada Sabtu, 1 Februari 2020. Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo. Adapun tiga pelaku berinisial SY, AB, dan CAK.
 
"Pelaku menggunakan parang dan golok untuk melukai korban. Ada senapan juga yang dibawa (pelaku)," kata Tartono di Mapolres Kulon Progo, Rabu, 19 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tartono korban berinisial M luka robek di lengan kanan akibat sabetan senjata tajam. Korban inisial MA luka di bagian kepala. "Pelaku sempat menakut-nakuti korban dengan senjata angin. Lalu memopor kepala korban," jelas Tartono.
 
Menurut Tartono kelimanya semula merupakan anggota dalam satu kelompok geng. Dalam perjalanan waktu, dua orang kemudian keluar dan menempuh aktivitas lain.
 
"Pelaku ini merupakan anggota geng. Korban dulu satu geng dengan pelaku. Dilematis dalam perseteruan, lalu sempat terjadi ancaman," ungkap Tartono.
 
Adapun pelaku berinisial SY telah menyerahkan diri ke Polda DIY. Pelaku berinisial AB ditangkap pada Selasa, 18 Februari 2010, pukul 20.00 WIB di sekitar Terminal Giwangan Yogyakarta. Sementara, pelaku inisial CAK masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
 
Polisi menyita sejumlah barang bukti yang digunakan aksi kejahatan. Barang bukti itu yakni senapan angin, dua senjata tajam, jaket pelaku, pakaian korban, serta sepeda motor.
 
"Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan penganiayaan. Ancaman pidana maksimal sembilan tahun," pungkas Tartono.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif