NEWSTICKER
Simpang Jalan Ahmad Yani, di Bekasi, Jawa Barat. (ANT/Risky Andrianto)
Simpang Jalan Ahmad Yani, di Bekasi, Jawa Barat. (ANT/Risky Andrianto)

Sejumlah Warga Bekasi Dukung Wacana Pembatasan Akses ke Jakarta

Nasional Virus Korona
Antonio • 18 Maret 2020 18:08
Bekasi: Sejumlah warga yang tinggal di Kota Bekasi dan bekerja di Jakarta menyambut baik rencana Pemkot Bekasi untuk membatasi aktivitas warga setempat ke Jakarta. Pembatasan dinilai efektif untuk mencegah terjadinya penyebaran virus korona covid-19 di Bekasi.
 
"Penting, karena semua orang berisiko menularkan, bukan hanya berisiko tertular," kata Warga Bekasi Timur, Aldira Rahmita yang sehari-harinya bekerja di salah satu perusahaan di Jakarta Utara ini, Rabu, 18 Maret 2020.
 
Senada, warga lainnya, Ahmad Budi, 30, juga mengaku hal tersebut penting dilakukan. Saat ini, dia pun telah diminta untuk bekerja di rumah oleh perusahaan tempatnya bekerja di Jakarta Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi diliburkan sampai batas yang tidak ditentukan. Sampai kondisi aman. Tapi tetap kerja di rumah," tuturnya.
 
Baca: Pemkot Bekasi Segera Tutup Akses ke Jakarta
 
Warga Medansatria, Riki Sulung Nugroho juga menyampaikan hal serupa. Katanya, pembatasan aktivitas perlu dilakukan agar wabah tersebut tidak semakin menyebar.
 
"Setiap hari bukan hanya warga dari bekasi yang ke DKI. Ada dari depok bogor dan kota sekitar Ibu Kota," kata Riki yang bekerja di Jakarta Pusat.
 
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Bekasi mewacanakan pembatasan aktivitas warganya yang bekerja DKI Jakarta. Pembatasan dilakukan untuk pencegahan penyebaran virus korona (covid-19).
 
"Sekarang kita mau milih ekonomi bagus, warga kita yang kerja di Jakarta kan banyak, berarti saya harus ambil keputusan kalau di DKI tinggi, lebih baik kita tahan," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, di Bekasi, Selasa, 17 Maret 2020.
 
Dia mengaku belum memutuskan menahan warganya menuju DKI Jakarta. Lantaran masih melihat perkembangan kasus korona di DKI Jakarta.
 
"Wong kementerian lembaga aja meliburkan, ya kan, apalagi kita, mengimbau," tuturnya.
 
Rahmat menerangkan rencana menutup akses ke DKI Jakarta bukan untuk mengisolasi. Namun wacana itu hanya diterapkan untuk warga Kota Bekasi yang bekerja di DKI Jakarta.
 
"Kalau nge-lock itu kan semua, ini hanya pegawai karyawan yang punya intensitas di Jakarta dan berisiko tinggi," ujarnya.
 
Dia mengaku juga berkirim surat ke Kabupaten Bekasi untuk pencegahan covid-19. Dia menerangkan dalam surat itu diharapkan agar Pemkab Bekasi tidak mengirimkan pasien ke Kota Bekasi. "Warga dia ya di sana, kita ya di sini," tegasnya.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif