Suasana PT Unilever Savoury Factory di Jalan Jababeka VI Nomor 1, Desa Harja Mekar, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).
Suasana PT Unilever Savoury Factory di Jalan Jababeka VI Nomor 1, Desa Harja Mekar, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).

Klaster Unilever Bikin Kasus Covid-19 di Bekasi Melonjak Lagi

Nasional Virus Korona
Antara • 03 Juli 2020 15:41
Cikarang: Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menginstruksikan perangkat daerah untuk mengawasi secara ketat penerapan protokol kesehatan di semua sektor industri setelah ditemukan klaster penyebaran covid-19 baru di Unilever.
 
Akibat klaster baru itu angka terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Bekasi kembali melonjak. Padahal pada pekan lalu tidak ada peningkatan jumlah kasus alih-alih tersisa 10 kasus positif.
 
"Kabupaten Bekasi ini kan daerah industri, jadi harus betul-betul dijaga, jangan sampai ada lagi klaster-klaster baru covid-19 lagi, apalagi sektor Industri. Harus diawasi bagaimana protokol kesehatannya di sana," kata Eka, Jumat, 3 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada rapat evaluasi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Eka juga mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan pengawasan, sinergi, dan koordinasi.
 
Baca juga:Solo Akan Punya RS Pengobatan Tradisional
 
"Yang terjadi saat ini perlu disikapi secara serius mengingat di Kabupaten Bekasi merupakan daerah dengan kawasan industri terbesar, jadi jangan main-main. Kepada seluruh dinas terkait seperti Dinas Perindustrian untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan," ucap dia.
 
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, mengatakan hingga Jumat pukul 11.00 WIB, jumlah kasus terkonfirmasi positif pada klaster baru di PT Unilever Savoury Factory bertambah menjadi 36 orang.
 
"Selain 21 karyawan, 15 anggota keluarga karyawan juga turut terinfeksi covid-19. Sementara ODP (orang dalam pengawsan) ada 30 orang," kata dia.
 
Alamsyah mengatakan penambahan kasus positif diketahui setelah pihaknya melakukan tes usap ke seluruh pihak yang melakukan kontak langsung dengan karyawan yang terkonfirmasi positif covid-19.
 
"Mereka yang terkonfirmasi positif telah dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan dan ada yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing," sambung dia.
 
Baca juga:Bupati Lumajang Izinkan Wisata Bromo Dibuka Lagi
 
Menurut Alamsyah, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan melakukan pelacakan kemungkinan penyebaran covid-19. Hingga saat ini sudah 500 orang yang diperiksa melalui tes usap, baik karyawan, keluarga, maupun tetangga.
 
"Tracing sudah sampai di keluarga dan tetangga di sekitar tempat tinggal karyawan. Rinciannya, 265 karyawan yang kami periksa, lebih dari 200 orang lainnya yang sempat melakukan kontak juga sudah dites. Semuanya tes usap," tuturnya.
 
Alamsyah menambahkan belum menemukan penyebab awal penyebaran covid-19 pada klaster Unilever. "Tracing belum mengerucut dari pasien pertama dari mana. Gugus tugas dengan perusahaan masih mendalami, bukan menduga-duga. Untuk mengetahui awal mata rantainya dari pasien 01 masih belum terang," ungkap Alamsyah.
 

(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif