Foto aerial kawasan Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.
Foto aerial kawasan Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.

Bupati Undang Investor Bangun Penajam Paser Utara

Nasional pemindahan ibukota Ibu Kota Baru
Patricia Vicka • 29 Agustus 2019 19:43
Yogyakarta: Bupati Penajam Paser Utara Kalimantan Timur Abdul Gafur Mas'ud mengundang para investor untuk berinvestasi di wilayahnya. Pembukaan keran investasi ini dilakukan untuk menggairahkan perekonomian di Kabupaten Penajam Paser Utara yang akan menjadi ibu kota baru.
 
"Kami sudah undang investor untuk masuk. Kami terbuka untuk siapapun," kata Gafur di Yogyakarta, Kamis, 29 Agustus 2019.
 
Gafur meyakini perpindahan ibu kota akan menjadi daya tarik investor untuk berinvestasi di wilayahnya. Pasalnya masyarakat pendatang dari ibu kota akan menciptakan kebutuhan baru akan sandang, papan, dan pangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apalagi budaya konsumerisme sudah melekat pada warga Ibu Kota. Sayangnya tak banyak jumlah investor lokal di wilayahnya.
 
Gafur yakin banyaknya investor yang masuk nanti akan menciptakan perputaran ekonomi yang besar. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan Penerimaan Asli Daerah (PAD).
 
Gafur menambahkan perpindahan Ibu Kota ke wilayahnya juga dapat mengairahkan perekonomian di Pulau Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Lantaran lokasi Kabupaten PPU terletak dekat dengan Indonesia Timur.
 
"Ke depan kalau Ibu Kota dipindah kesini bisa meminimalisir anggaran negara," beber Gafur.
 
Sementara itu Kabag Pembangunan Pemkab Penajam Paser Utara, Nico Herlambang mengatakan pihak tengah mempersiapkan aturan terkait pembagian zonasi tata ruang. Zonasi akan dibagi berdasarkan peruntukan seperti pertanian, permukiman, perkebunan, dan perkantoran. Aturan tersebut nantinya berfungsi untuk melindungi lahan pertanian.
 
"Penajam itu lumbung pangan Kaltim. Kami ga mau berubah jadi lumbung properti Kaltim. Maka kami akan membatasi zona-zonanya," ungkap Nico.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif