Wali Kota Malang, Sutiaji. Foto: Medcom.id/Daviq
Wali Kota Malang, Sutiaji. Foto: Medcom.id/Daviq

ASN Malang Disebut Tak Cocok Libur 3 Hari

Nasional pns
Daviq Umar Al Faruq • 06 Desember 2019 16:01
Malang: Wali Kota Malang, Sutiaji, mengaku tak setuju wacana penambahan hari libur aparatur sipil negeri (ASN). Usulan tersebut dinilai tak cocok diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.
 
"Wacana itu kan, jam kerja ditambah dari jam 8 pagi sampai jam 7 malam. Di sini (Pemkot Malang) saja jam segini (siang hari) sudah banyak yang mengantuk. Jadi enggak cocok," ujar Sutiaji kepada Medcom.id, Jumat, 6 Desember 2019.
 
Sutiaji menjelaskan wacana penambahan hari libur dibarengi dengan penambahan jam kerja, yakni pulang pukul 16.00 menjadi 19.00. Dia berkeyakinan wacana itu hanya cocok di DKI Jakarta yang kerap macet saat jam pulang kerja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kurang cocok di Malang, yang cocok di Jakarta saja itu," katanya.
 
Dia menerangkan kebijakan tersebut harus berbanding lurus dengan kualitas kerja ASN. Dia mengaku tak masalah perihal kuantitas hari kerja, asalkan kualitas meningkat.
 
"Kerja enggak usah lima hari, enggak usah empat hari. Tapi kualitas kerjanya yang ditingkatkan. Artinya kerja empat hari tapi sama halnya dengan kerja tujuh hari. Jadi perlu ada kurikulumnya," tandasnya.
 
Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Waluyo Martowiyoto tengah mempersiapkan skema jam kerja bagi ASN. Skema itu memungkinkan mereka mendapatkan tambahan libur menjadi Jumat, Sabtu, dan Minggu.
 
Pemerintah sedang menyiapkan konsep Flexible Working Arrangement (FWA) atau pengaturan kerja fleksibel. Salah satunya ASN dapat bekerja fleksibel. Menurut Waluyo, tambahan libur ini dimungkinkan tanpa mengurangi jam kerja.
 


 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif