Ketum PP Muhamadiyah haedar Natsir di Yogyakarta, Rabu 24 Juli 2019
Ketum PP Muhamadiyah haedar Natsir di Yogyakarta, Rabu 24 Juli 2019

Pertemuan Megawati dan Prabowo Dinilai Simbol Persatuan

Nasional pdip partai gerindra muhammadiyah
Patricia Vicka • 24 Juli 2019 17:38
Yogyakarta: Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyambut positif pertemuan Megawati Soekarnoutri dan Prabowo Subianto. Pertemuan itu dinilai sebagai simbol awal ajakan membuka lembaran baru.
 
"Pertemuan ini menunjukkan komitmen para tokoh untuk jadikan Indonesia bersatu kembali dalam keragaman," ujar Haedar usai jumpa pers di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, Rabu, 24 Juli 2019.
 
Baca:Megawati Ajak Prabowo Rujuk

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, ia yakin pertemuan keduanya dapat merekatkan kembali komitmen bersama untuk memajukan kesejahteraan Indonesia. Rakyat Indonesia diajak kembali untuk mengingat dan memperjuangkan cita-cita bangsa.
 
"Pesan pertemuan itu ada komitmen merekatkan kembali cita-cita bangsa untuk menjadikan Indonesia negara berdaulat, adil, dan makmur di lima tahun mendatang," kata Haedar.
 
Baca:Prabowo Undang Megawati ke Hambalang
 
Haedar mengajak masyarakat menghilangkan batasan dan sekat-sekat politik yang sempat terbentuk saat pemilu. Sudah saatnya masyarakat bersatu dan bersama-sama berjuang untuk kemajuan Indonesia.
 
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyambangi kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri siang tadi. Prabowo tiba di rumah Megawati sekitar pukul 12.30 WIB.
 
antan Danjen Kopasus ini datang didampingi Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, dan Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo.
 
Sementara Megawati didampingi dua anaknya Puan Maharani dan Prananda Prabowo. Seskab Pramono Anung, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan turut datang mendampingi Megawati.
 
Dalam pertemuan ini Megawati mengajak Prabowo 'rujuk'. Menurut Megawati, perbedaan pendapat dalam politik merupakan hal biasa. Namun, perbedaan itu tak boleh dipelihara.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif