Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro Yogyakarta, Kamis, 18 Juli 2019. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro Yogyakarta, Kamis, 18 Juli 2019. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim.

Ketua KPK Sarankan Pencabutan Ijazah Koruptor

Nasional pencegahan korupsi
Ahmad Mustaqim • 18 Juli 2019 16:57
Yogyakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) dan Kementerian Agama menerapkan pelajaran antikorupsi. Bukan hanya dalam teori, namun juga diaplikasikan di kehidupan sehari-hari.
 
Agus menjelaskan Institut Teknologi Bandung (ITB) telah menerapkan budaya antikorupsi itu dengan cara menskors mahasiswa yang ketahuan mencontek. Lalu Universitas Bina Nusantara (Binus) juga menerapkan kebijakan mengeluarkan mahasiswa yang ketahuan mencontek.
 
"Binus juga sudah mendeklarasi alumnusnya yang ketahuan korupsi, ijazahnya akan ditarik," kata Agus di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro Yogyakarta, Kamis, 18 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus menjelaskan sejumlah perguruan tinggi sudah akan melakukan hal serupa, seperti Universitas Paramadina dan Universitas Padjadjaran. Menurut dia, KPK perlu mengumpulkan pimpinan perguruan tinggi untuk menerapkan budaya antikorupsi itu.
 
Menurut Agus perlu juga diberikan materi antikorupsi dalam proses belajar mengajar. Materi itu tak harus berupa secara spesifik.
 
Agus berujar materi antikorupsi bisa disisipkan seperti di mata pelajaran atau mata kuliah kewarganegaraan. Dari total jumlah pertemuan bisa dimasukkan dua hingga tiga kali.
 
Selain itu, transparansi pengelolaan keuangan di lembaga pendidikan juga bisa dilakukan. Sumber pendanaan hingga anggaran yang digunakan di setiap kegiatan harus bisa diketahui publik.
 
"Kalau bisa menerapkan manajemen yang sangat transparan akan sangat bagus," pungkas Agus.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif