Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga Mengaku Menyesal

Hendrik Simorangkir 13 Februari 2018 16:16 WIB
kasus pembunuhan
Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga Mengaku Menyesal
Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan menunjukan barang bukti berupa pisau yang dipakai pelaku untuk membunuh istri dan dua anaknya. (medcom.id/Hendrik Simorangkir)
Tangerang: Polisi telah menetapkan Effendi, 60, sebagai tersangka pembunuhan satu keluarga di Perumahan Taman Kota II, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Effendi mengaku menyesal telah membunuh istri, Ema. 40 dan dua anak tirinya Nova, 23, serta Tiara, 11.

"Pada saat saya mengunjungi pelaku di RS Polri Kramat Jati, pelaku mengatakan sangat menyesal telah melakukannya. Pelaku juga sempat berulang kali mengatakan minta maaf dan istigfar," ujar Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan di lokasi kejadian, Selasa 13 Februari 2018. 

Harry menjelaskan, pengamanan terhadap korban di RS Polri Kramat Jati telah dilakukan setelah ditetapkannya sebagai tersangka. 


Baca: Polisi Tetapkan Suami Jadi Tersangka Pembunuh Ibu dan Anak

"Kami telah mengirimkan petugas dari Polres Metro Tangerang untuk melakukan penjagaan terhadap pelaku di RS Polri. Mengingat pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka," katanya.

Harry menyebut, saat ini kondisi tersangka masih kritis. Effendi lanjut dia, masih belum lancar untuk diajak berkomunikasi. 

Kematian Ema, 40, dan dua anaknya Nova, 23, serta Tiara, 13, dilakukan oleh pelaku karena kesal istrinya mengkredit mobil tanpa sepengetahuan Effendi. Kemudian terjadi cekcok antara Ema dan Effendi, yang diketahui kedua anaknya tersebut dan membuat tersangka naik pitam dan menghabisi nyawa ketiganya menggunakan pisau.

Baca: Warga Sempat Dengar Jeritan dari Rumah Korban Pembunuhan

Polisi menyita pisau yang digunakan Effendi untuk membuhun Ema dan dua anaknya. Selain itu, polisi juga menemukan telepon genggam yang dirusak Effendi dan dibuang ke atap rumah. Kedua barang tersebut menjadi barang bukti. 

Akibat menghabisi nyawa istri dan kedua anak tirinya, polisi menjerat Effendi dengan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

"Ancamannya hukuman penjara seumur hidup," kata dia.

Baca: Ibu Dan Dua Anak Ditemukan Tewas




(LDS)