Pemkot Malang meluncurkan aplikasi Si Melon Ijo (Sistem Monitoring Evaluasi dan Koordinasi Elpiji Tiga Kilogram) di Balaikota Malang, Senin, 7 Juni 2021. Dokumentasi/ Humas Pemkot Malang
Pemkot Malang meluncurkan aplikasi Si Melon Ijo (Sistem Monitoring Evaluasi dan Koordinasi Elpiji Tiga Kilogram) di Balaikota Malang, Senin, 7 Juni 2021. Dokumentasi/ Humas Pemkot Malang

Distribusi Elpiji 3 Kilogram di Malang Dipantau Lewat Aplikasi

Nasional Gas tabung gas
Daviq Umar Al Faruq • 07 Juni 2021 16:46
Malang: Pemkot Malang resmi meluncurkan aplikasi Si Melon Ijo (Sistem Monitoring Evaluasi dan Koordinasi Elpiji Tiga Kilogram) di Ngalam Command Center (NCC) Balaikota Malang.
 
Aplikasi tersebut diluncurkan sebagai solusi pemantauan distribusi elpiji bersubsidi di Kota Malang melalui pendekatan pemanfaatan teknologi yang dapat diakses di simelonijo.id.
 
"Saat ini pengendalian berkaitan dengan elpiji tabung 3 Kg sangat penting, bukan hanya untuk melihat sebaran, bukan hanya untuk monitoring, tapi yang terpenting bagaimana pangkalan-pangkalan tadi berlaku sesuai dengan peraturan," kata Wali Kota Malang, Sutiaji, di lokasi, Senin, 7 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Rekonstruksi Sate Beracun di Bantul, Pelaku Aduk Bumbu Sate dengan Sianida
 
Aplikasi Si Melon Ijo memantau serta mensinergikan antar peran dalam distribusi elpiji, juga memfasilitasi pengaduan masyarakat tentang permasalahan terkait elpiji 3 Kg bersubsidi. Aplikasi tersebut merupakan inovasi yang merupakan kolaborasi antara Pemkot Malang bersama Pertamina dan Hiswana Gas.
 
Selanjutnya Sutiaji juga berharap dengan hadirnya aplikasi tersebut, distribusi elpiji 3 Kg bersubsidi kepada masyarakat yang berhak menerima dapat terakomodir dengan baik. Sehingga diharapkan mampu meminimalisir terjadinya penimbunan elpiji, fluktuasi harga, distribusi yang tidak tepat sasaran, maupun kelangkaan ketersediaan elpiji 3 Kg.
 
"Kita tahu bahwa yang memanfaatkan tabung hijau ini khusus orang-orang tertentu. Manfaat yang lebih nanti juga harus untuk masyarakat. Dengan aplikasi ini goalnya kan hak-hak masyarakat tidak dikurangi," jelas Sutiaji.
 
Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi, mengatakan aplikasi hasil inovasinya tersebut telah melalui proses uji coba, evaluasi, dan bimtek bagi calon pengguna sistem. Nantinya aplikasi Si Melon Ijo ini akan menyasar 20 agen dan 601 pangkalan di Kota Malang dalam pendistribusian elpiji 3 Kg.
 
Diah juga berharap dengan adanya aplikasi tersebut, distribusi elpiji di Kota Malang dapat lebih terpantau dan tepat sasaran.
 
"Harapannya nanti agen bisa menginput setiap hari. Pangkalan juga bisa menginput setiap hari. Sehingga kita bisa melihat stok ketersediaan elpiji di lokasi tersebut perminggu," ujarnya.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif