Puluhan orang yang diamankan oleh pihak kepolisian karena diduga merusuh dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Sumbar, Kamis (8/10). (Antarasumbar/FathulAbdi)
Puluhan orang yang diamankan oleh pihak kepolisian karena diduga merusuh dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Sumbar, Kamis (8/10). (Antarasumbar/FathulAbdi)

84 Orang Diduga Perusuh saat Aksi di DPRD Sumbar Ditangkap

Nasional Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Antara • 08 Oktober 2020 20:56
Padang: Sebanyak 84 orang diduga perusuh saat aksi menolak UU Cipta Kerja di depan Kantor DPRD Sumatera Barat, ditangkap. Mereka yang ditangkap dibawa ke Mapolresta Padang, untuk diperiksa.
 
"Ada 84 orang yang diamankan karena diduga sebagai perusuh dalam aksi unjuk rasa tadi," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Padang, AKBP Imran Amir, di Padang, Sumbar, Kamis, 8 Oktober 2020.
 
Dia menerangkan, puluhan orang yang ditangkap merupakan pelajar dan pengangguran. Mereka satu per satu diduga sebagai perusuh yang melempari batu ke petugas serta pekarangan warga ketika aksi berlangsung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Puluhan orang tersebut terpisah bukan bagian dari kelompok mahasiswa serta massa yang melakukan orasi secara damai dan sopan di depan Kantor DPRD," jelasnya.
 
Baca:499 Orang di Palembang Ditangkap Didominasi Pelajar
 
Dia mengungkapkan, di antara puluhan orang itu ada salah satu residivis kasus pencurian yang baru keluar penjara lewat program asimilasi.
 
"Untuk residivis ini akan diperiksa lebih lanjut untuk mengecek apakah ada laporan terkait dirinya, jika ada (kasusnya) diproses," terangnya.
 
Sedangkan para pelajar akan didata. Selanjutnya, pihak orang tua dan sekolah dipanggil untuk menjemput. Ia mengingatkan para orangtua agar mengawasi anak-anaknya ketika akan keluar dari rumah.
 
"Sumbar bukan daerah yang identik dengan perusuh," terangnya.
 
Sebelumnya, aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang dilakukan sejumlah organisasi mahasiswa di Kota Padang, ricuh pada sore hari. Awalnya aksi berjalan damai.
 
Baca:Pedemo di Jatim Kecewa Tak Ditemui Khofifah
 
Namun, suasana berubah saat masuk kelompok lain ke massa aksi. Polisi terpaksa menembak gas air mata untuk membubarkan kelompok tersebut, karena melempari batu serta botol minuman ke arah petugas.
 
Sedangkan mahasiswa yang melakukan demo tetap berada di depan Gedung DPRD Sumatera Barat, dan tak terlibat bentrok.
 
Pantauan di lapangan, hingga pukul 19.45 WIB ratusan personel kepolisian masih bertahan di Kantor DPRD Sumbar. Massa telah membubarkan diri sejak menjelang Magrib.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif