Mobil laboratorium bergerak surveilans dari Kementrian Kesehatan RI. Medcom.id/ Rhobi Shani
Mobil laboratorium bergerak surveilans dari Kementrian Kesehatan RI. Medcom.id/ Rhobi Shani

Percepat Testing, Kemenkes Kirim Mobil Surveilans ke Kudus

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 Protokol Covid-19
Rhobi Shani • 07 Juni 2021 15:35
Kudus: Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menerima bantuan satu mobil laboratorium bergerak surveilans dari Kementrian Kesehatan RI. Bantuan ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas testing covid-19.
 
Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Abdul Aziz Achyar, mengatakan mobil laboratorium difungsikan untuk memberikan pelayanan laboratorium dan meningkatkan jumlah pemeriksaan spesimen covid-19.
 
"Keberadaan mobil laboratorium bergerak surveilans ini juga diharapkan dapat mempercepat kaitannya dengan penegakkan diagnosis. Selama ini semua pasien yang datang ke IGD dilakukan skrining covid-19 dengan rapid antigen dan early warning score (EWS). Ketika pasien hasil EWS-nya dibawah 10 maka dikategorikan pasien suspek. Agar yang suspek ini bisa segera berubah menjadi covid positif atau negatif ini perlu kecepatan," kata Achyar di Kudus, Senin, 7 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Rekonstruksi Sate Beracun di Bantul, Pelaku Aduk Bumbu Sate dengan Sianida
 
Dia menjelaskan mobil laboratorium dioperasikan di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Mobil laboratorium PCR ini terdiri dari tiga ruangan terpisah dan merupakan laboratorium biosafety level II.
 
Terdapat mesin RT-PCR, PCR GeneXpert (TCM), mesin ekstraksi otomatis, biosafety cabinet level II (BSL II), autoclave, laminar air flow, freezer, dan alat pengubah air dari udara untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
 
Mesin pemeriksaan yang terdapat pada mobil ini dapat memproses 94 spesimen dalam sekali running. Keberadaan Mobil Lab PCR dapat membantu pemerintah Kabupaten Kudus dalam mengidentifikasi kondisi pasien yang terpapar covid-19 sehingga memudahkan tim medis melakukan penanganan pasien.
 
"ini bisa mengatasi kesulitan pada banyaknya nanti hasil tracing dan testing. Dan khususnya rumah sakit lebih mudah lagi kaitannya dengan kecepatan dalam penegakkan diagnosis penyakit," jelas Achyar.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif