Polisi menunjukan barang bukti senjata api ilegal di Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu, 22 Juli 2020. ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi
Polisi menunjukan barang bukti senjata api ilegal di Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu, 22 Juli 2020. ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Pengusaha Bengkel di Bandung Rakit Senjata Api Ilegal

Nasional senjata api
Antara • 22 Juli 2020 13:49
Bandung: Polda Jawa Barat menangkap seorang pengusaha bengkel berinisial AS lantaran memiliki senjata api ilegal lengkap dengan ratusan butir peluru.
 
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Chuzaini Patoppoi, mengatakan ada tiga senjata api laras panjang yang dimiliki AS yang diduga dibuat sendiri.
 
"Dia sudah mencoba membuat senjata api, mengotak-atik senjata ini sejak 1998, yang baru berhasil selesai ada dua, info tersebut kita dapat dari masyarakat tentang adanya dugaan produksi senjata api dan amunisi ilegal," kata Chuzaini di Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu, 22 JUli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 4.046 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir Konawe Utara
 
Chuzaini menjelaskan pemilik senjata api ilegal itu ditangkap di rumahnya kawasan Nagreg sekira pukul 22.00, Sabtu, 18 Juli 2020.
 
Dari tiga senjata itu, satu di antaranya belum selesai dirakit dan sedangkan dua lainnya berjenis laras panjang kaliber 5,56 milimeter.
 
Selain itu pihaknya juga menyita 275 butir peluru dengan berbagai jenis kaliber. Mulai dari jenis kaliber 3,03 milimeter, 7,62 milimeter, dan 5,56 milimeter.
 
Chuzaini mengatakan saat ini pihaknya masih mendalami apakah ada keterkaitan kemungkinan pelaku menyuplai senjata api ilegal tersebut kepada pelaku kejahatan karena senjata api yang dirakit dengan peluru tajam.
 
"Asal pelurunya masih kita dalami, keterkaitan antara pelaku dengan pelaku lain mudah-mudahan bisa kami ungkap," katanya.
 
Atas perbuatannya, polisi menjerat AS dengan Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana penjara selama 20 tahun dan maksimal seumur hidup.
 


 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif