Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

246 Desa di Kabupaten Tangerang Belum Dapat Dana

Nasional dana desa
Hendrik Simorangkir • 14 Februari 2020 18:39
Tangerang: 246 desa di Kabupaten Tangerang belum menerima dana desa tahun 2020 dari pemerintah pusat hingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang. Tertundanya pencairan tersebut karena aturan yang berubah dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengenai tata cara pencairan dana desa pada 2019.
 
"Belum cair karena dari pusat itu menunggu dari pemerintah daerah atau kabupaten, dan dari kabupaten pun menunggu dari tiap desa. Saat ini ada beberapa desa belum siap menyediakan kelengkapan persyaratan yang harus dipenuhi," kata Kepala Seksi Pembangunan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Sugianto, Jumat, 14 Februari 2020.
 
Ahmad menuturkan tahap satu pencairan dana desa Januari hingga Juni 2020. Pada pencairan tahap dua, dari Maret hingga Agustus dan tahap tiga paling cepat Juli dengan dibagi dua tahap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Aturan baru pencairan dari pusat pada tahap satu 40 persen, tahap dua 40 persen dan tahap tiga 20 persen. Berbeda dari sebelumnya," jelas Ahmad.
 
Saat ini Ahmad menjelaskan Pemkab Tangerang tengah menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) mengenai tata cara pembagian dan rincian dana desa. Hingga saat ini, lanjutnya, memang belum ada dana desa maupun alokasi dana desa dan bantuan provinsi yang masuk ke rekening kas desa.
 
"Operasional pemerintahan desa berasal dari dana talangan yang nanti akan diganti saat pencairan," ungkap Ahmad.
 
Menurut Ahmad dana desa dari pusat kerap ditansfer ke rekening kas daerah lalu diteruskan ke rekening kas desa. Informasinya, ia menambahkan untuk ke depan dari rekening pemerintah pusat akan ditransfer langsung ke rekening kas desa.
 
"Kita tunggu pencairan tahap satu yang paling cepat Januari dan paling lama Juni," pungkas Ahmad.
 
Sementara Kepala Desa Gandaria, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, Ridwan Hidayatullah, mengatakan dalam menunjang kegiatan rutinitas keseharian desanya, pihaknya rela merogoh kantong sendiri. Bahkan banyak staf desa pun yang mengeluhkan karena hampir dua bulan ini belum dapat gaji.
 
"Sementara ini kita puasa, kegiatan desa pun saya talangin dulu. Cuma kalau gaji staf desa saya bingung menalangin dari mana," kata Ridwan.

 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif