Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

1 Penghuni Positif Covid-19, Ratusan Narapidana di Bojonegoro Dikarantina

Nasional Virus Korona
Amaluddin • 11 Mei 2020 22:43
Surabaya: Seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Bojonegoro, Jawa Timur, dinyatakan positif terinfeksi covid-19 (korona). Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim, Pargiyono, membenarkan informasi tersebut.
 
"Terkait hal itu, napi yang satu area dengannya pun kini diisolasi dari napi lainnya," kata Pargiyono, dikonfirmasi, Senin, 11 Mei 2020.
 
Pargiyono menyatakan, saat ini pihak Lapas Bojonegoro telah melakukan karantina terhadap narapidana, yang satu kamar dengannya. Kemudian petugas melakukan rapid test terhadap 194 narapidana lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sudah dilakukan sterilisasi terhadap kamar yang bersangkutan dan melakukan rapid test terhadap 194 orang yang pernah dekat dengan yang bersangkutan. 6 orang yang satu kamar dengannya, juga sudah kita karantina," katanya.
 
Saat ini, lanjut Pargiyono, seorang napi menjalani perawatan di Rumah Sakit Darmo Surabaya. Dari informasi yang diterimanya, pria berumur 75 tahun tersebut kini sudah dalam kondisi yang membaik. Namun demikian, ia meminta pada Kalapas Bojonegoro agar yang bersangkutan menjalani masa karantina di rumah sakit tersebut.
 
"Informasi dari keluarganya, katanya sudah dilakukan tes Swab dan hasilnya negatif. Namun untuk memastikan, saya sudah perintahkan pada pihak Lapas agar mendapatkan data dari rumah sakit yang bersangkutan. Saya juga minta agar tidak buru-buru kembali ke Lapas, dan menjalani karantina di runah sakit dulu," ujarnya.
 
Menurut Pargiyono, napi itu tidak tertular dari dalam. Ia memiliki riwayat pernah masuk RSUD Bojonegoro, karena komplikasi sakit jantung, diabetes dan hipertensi pada 5 April 2020.
 
"Karena kondisinya tidak kunjung membaik, maka pada 15 April 2020, ia pun dirujuk ke Rumah Sakit Darmo Surabaya, guna mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Lalu pada 3 Mei 2020 info dari pihak keluarganya, ketika dilakukan rapid test katanya positif. Melihat rentang waktunya yang melebihi masa inkubasi selama 14, maka ia tidak tertular dari dalam (Lapas)," jelasnya.
 

(WHS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif