Kolam renang di rumah dinas Gedung Pakuan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, masih dalam tahap pembangunan, Kamis, 14 November 2019. Medcom.id/ Roni Kurniawan
Kolam renang di rumah dinas Gedung Pakuan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, masih dalam tahap pembangunan, Kamis, 14 November 2019. Medcom.id/ Roni Kurniawan

DPRD Jabar Pertanyakan Kolam Renang di Rumah Dinas Emil

Nasional ridwan kamil
Roni Kurniawan • 15 November 2019 13:41
Bandung: DPRD Provinsi Jawa Barat menyoroti pembangunan fasilitas kolam renang di rumah dinas Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung. Pembangunan kolam renang dinilai tidak memiliki dasar keperluan yang mendesak bagi orang nomor satu di Jabar tersebut.
 
"Saya enggak tau seberapa urgent punya kolam renang itu," kata Anggota Komisi IV, Daddy Rohanady di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 15 Novembet 2019.
 
Daddy mengaku belum mengetahui alasan pembangunan kolam renang yang nemiliki panjang 29 meter serta lebar 4 meter hadir di bagian belakang Gedung Pakuan. Namun jika kehadiran fasilitas olahraga itu untuk kebugaran Ridwan Kamil, ia menilai masih bisa dilakukan atau memanfaatkan fasilitas yang ada saat ini di Gedung Pakuan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya enggak tau apakah itu buat gubernur berenang, tamu suka renang, nerima masyarakat yang mau berenang. Kedua, untuk kebugaran, mungkin (Ridwan Kamil) pulang kerja keringetan, mungkin harus renang biar segar," jelas Daddy.
 
Kolam renang yang menghabiskan dana sekitar Rp1,2 miliar itu pun dianggap berlebihan. Namun ia mengaku belum mengetahui detail pembangunan fasilitas baru bagi gubernur itu yang masuk dalam rencana anggaran belanja (RAB) revitalisasi di Gedung Pakuan secara keseluruhan mencapai Rp4 miliar.
 
"Saya enggak tau laik atau enggak uang sebesar itu untuk kolam renang. Karena saya enggak tau fasilitasnya apa saja, gak bisa komentar bagus atau enggaknya," ungkap Daddy.
 
Akan tetapi anggaran sebesar itu dianggap Daddy bisa digunakan untuk keperluan yang lebih mendesak seperti membangun rumah susun sewa bagi masyarakat yang kurang mampu.
 
"Tapi kalau lihat kebutuhan misalnya buat rusun masyarakat berpenghasilan rendah, kok rasanya jauh lebih butuh dana dibanding buat kolam renang," pungkas Daddy.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif