Kuasa hukum penipuan properti Sidoarjo. Medcom.id/Syaikhul Hadi
Kuasa hukum penipuan properti Sidoarjo. Medcom.id/Syaikhul Hadi

Korban Penipuan Properti Sidoarjo Kaget Kavling Diperjualbelikan

Nasional penipuan perumahan
Syaikhul Hadi • 19 Juli 2019 18:01
Sidoarjo: Korban penipuan investasi tanah di Sidoarjo kembali mendatangi Mapolresta Sidoarjo terkait penyalahgunaan tanah yang berstatus proses hukum. Tanah perumahan Grand Mutiara Abadi atau Mustika Garden (sebelumnya) yang terletak di desa Pepeh kecamatan Sedati, Sidoarjo diduga diperjualbelikan kembali meski proses hukumnya sedang berjalan.
 
Kuasa Hukum korban, H. Abdul Malik mengatakan akan terus mengawal kasus penipuan investasi hunian rumah yang menyebabkan puluhan korbannya merugi. "Kasus ini kan sedang berjalan, nah, kami dikejutkan dengan adanya umbul-umbul yang dipasang di lokasi tanah yang dibeli mereka (korban). Jika hal itu terus terjadi maka akan terjadi tumpang tindih," ungkap Abdul Malik, Jumat, 19 Juli 2019.
 
Ia menduga pemasangan umbul-umbul tersebut sengaja dimanfaatkan pihak lain untuk meneruskan jual beli hunian berupa tanah kavling. Padahal, korban yang ditengarai berjumlah 28 orang masih belum menerima haknya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 28 Warga Sidoarjo Ditipu Pengembang Properti
 
"Kami minta polisi harus jeli. Karena sampai sekarang lokasi tanah yang masih dalam proses hukum ini sudah ditempati orang lain dan dijual kembali," katanya.
 
Ia khawatir, jika hal tersebut dibiarkan akan menambah jumlah korban penipuan berkedok investasi rumah. Pihaknya meminta agar pihak kepolisian memberi garis polisi (police line) dilokasi tersebut.
 
"Kalau perlu dokumen-dokumen tanah itu disita. Polisi harus bergerak cepat agar tidak ada lagi mafia tanah yang memanfaatkan itu," tegasnya.
 
Sri Jayanti, 33, korban asal Malang, mengaku kecewa lantaran investasi rumah yang dibelinya sejak 2015 masih bermasalah. Ia tak menduga uang hunian yang sudah dibayarkan sekitar 40 persen dari total Rp288 juta dibawa kabur pemilik.
 
Korban Penipuan Properti Sidoarjo Kaget Kavling Diperjualbelikan
Lokasi kavling yang dipermasalahkan. Medcom.id/Syaikhul Hadi
 
"Sudah sekitar Rp118 jutaan yang saya bayarkan. Tapi penjualnya kabur, hilang kontak, kantor pemasarannya pun tutup. Dan sekarang laporannya masih terkatung-katung di polisi," ungkap Yanti.
 
Ia makin kaget lantaran tanah yang ada di lokasi mau diperjualbelikan kembali oleh orang lain. Pihaknya meminta agar kepolisian bisa menuntaskan kasus tersebut. "Mudah-mudahan kasus ini bisa terselesaikan. Dan kami bisa mendapatkan hak kami berupa tanah yang sudah dibeli sebelumnya," tandasnya.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif