Konter di Kantor BPJS Kesehatan Kulon Progo. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Konter di Kantor BPJS Kesehatan Kulon Progo. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Tunggakan Klaim BPJS di Kulon Progo Meningkat Dalam Dua Tahun

Nasional BPJS Kesehatan
Ahmad Mustaqim • 20 November 2019 13:11
Kulon Progo: Tunggakan klaim biaya kesehatan dari BPJS Kesehatan kepada RSUD Wates, Kabupaten Kulon Progo, meningkat dalam dua tahun terakhir. Dana tak kunjung dibayar memaksa pihak rumah sakit lakukan efisiensi.
 
"Tahun lalu (tunggakan dana BPJS) sekitar Rp13 miliar dan sekarang Rp19,4 miliar," kata Wakil Direktur RSUD Wates bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Wahyuni Indriastuti di Kulon Progo, Rabu, 20 November 2019.
 
Wahyuni menjelaskan tunggakan dana BPJS sejak Juni lalu hingga saat ini sebesar Rp18,935 miliar. Nilai itu belum termasuk klaim obat sejak Maret sebesar Rp497,472 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian belum lagi usulan tertunda dalam proses verifikasi data senilai Rp1,4 miliar hingga April kemarin. Adapun pembayaran kliam yang BPJS lakukan terakhir pada Mei 2019.
 
Wahyuni mengatakan pihak rumah sakit harus melakukan penghematan akibat kondisi itu. Dokter dan tenaga kesehatan yang berjaga malam tak diberikan jatah makanan berat tambahan. Menurut dia, pihak rumah sakit meminimalisasi jadwal lembur.
 
Ia menyatakan biaya operasional rumah sakit sekitar Rp16 miliar per bulan. Nilai itu meliputi gaji pegawai, biaya listri, air, telepon, hingga pengelolaan limbah.
 
Selain itu biaya obat-obatan juga mencapai Rp1,5 miliar per bulan. "Kami sering kena lock pihak farmasi karena belum bayar. Jadi kami tak boleh pesan (obat)," jelas Wahyuni.
 
Wahyuni mengatakan pelayanan rumah sakit tetap diupayakan berjalan normal. Di sisi lain, pihaknya juga berharap tunggakan klaim BPJS Kesehatan segera dibayarkan.
 
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Sri Budi Utami mengatakan, tunggakan klaim dana BPJS tak hanya di RSUD Wates. Selain itu, juga di RSUD Nyi Ageng Serang Kecamatan Sentolo serta fasilitas kesehatan lain, seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
 
Utami mengungkapkan, ada talangan dari pihak bank yang sisediakan BPJS dalam penjaminannya. Namun, ia lebih berharap klaim tunggakan itu bisa segera dilunasi.
 
"Dengan adanya kenaikan premi iuran BPJS tahun depan, harapannya bisa memulihkan dana-dana yang menunggak. Selain itu juga bisa menjadi stok dana untuk membayar tunggakan," kata Sri.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif