Petugas PUPR dan Kebersihan Kota Tangerang mengangkut sampah-sampah yang memenuhi sungai Cisadane, di Tangerang, Banten, Senin (2/9/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Petugas PUPR dan Kebersihan Kota Tangerang mengangkut sampah-sampah yang memenuhi sungai Cisadane, di Tangerang, Banten, Senin (2/9/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Armada Pengangkut Sampah di Muara Cisadane Masih Terbatas

Nasional sampah lingkungan hidup
Hendrik Simorangkir • 09 September 2019 16:43
Tangerang: Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang mengalami kendala untuk mengangkut sampah di muara Cisadane. Kendala tersebut karena terbatasnya armada perahu atau kapal pengangkutan sampah untuk akses menuju muara tersebut.
 
"Garis sempadan pantai itu masih tanda tanya masuk wilayah kabupaten atau nasional, kita akan lihat nanti. Dan kita akan pakai apa mengangkutnya. Nanti akan di cek kembali sama staf saya, karena kalau dilautan begitu bagaiman armadanya," Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Achmad Taufik saat dikonfirmasi, Senin, 9 September 2019.
 
Taufik menjelaskan bila dirinya belum mengetahui keberadaan pulau sampah itu, akan tetapi dalam waktu dekat penindakan pada muara itu akan dilakukan pengangkutan. "Kita akan mengangkut sampah itu. Kalau sampah sudah mengganggu harus segera diangkut," jelas Taufik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara aktivis lingkungan Himpunan Mahasiswa Tangerang Utara (Himaputra) Ahmad Satibi, mengatakan pembersihan pulau sampah tersebut diduga merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Sementara, daratan yang sekarang menjadi pulau sampah itu milik Perhutani.
 
"Seharusnya Pemkab Tangerang bekerjasama dan berkoordinasi dengan Pemprov Banten dan pemerintah pusat, untuk menyelesaikan sampah itu," kata Satibi.
 

Satibi berharap langkah yang akan diambil DLHK setempat untuk mengangkut sampah itu bukan hanya sekedar wacana, tetapi harus terus berkelanjutan dengan berkoordinasi ke Pemprov Banten dan pemerintah pusat. Karena bila tidak pulau sampah itu bukan tidak mungkin akan terbentuk kembali.
 
"Dampaknya kalau didiamkan saja akses perahu itu akan sulit karena terjadi pendangkalan, apalagi ekosistem air tawar dan air asin juga akan terdampak itu sudah otomatis. Sampah plastik juga sangat buruk karena sangat sulit terurai, sehingga menjadi persoalan yang sangat seriusyang perlu diselesaikan ketiga pemerintah itu," pungkas Satibi.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif