Suasana Kota Jambi yang diselimuti kabut asap, Jumat 16 Agustus 2019. (MI/Solmi)
Suasana Kota Jambi yang diselimuti kabut asap, Jumat 16 Agustus 2019. (MI/Solmi)

Kualitas Udara Kotabaru Tidak Sehat Akibat Kabut Asap

Nasional kabut asap
Solmi • 16 Agustus 2019 14:09
Jambi: Kabut asap menyelimuti sebagian Jambi sejak sepekan terakhir. Berdasarkan catatan pantauan kualitas udara di Kotabaru, Jambi, Jumat, 16 Agustus 2019, sudah melewati angka 69 atau mendekati parameter tidak sehat.
 
Pantauan Media Indonesia, kabut asap menyebabkan jarak padang pada Jumat pagi hanya sekitar 500 sampai 800 meter. Sehingga banyak pengendara yang melambatkan laju kendaraan.
 
Selain itu, kabut asap membuat nafas sesak dan mata perih. Diduga karena asap disertai jatuhnya serpihan abu bakaran berwarna abu-abu dan hitam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini kondisi terburuk semenjak sepekan ini," kata seorang warga Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Palmerah, Kota Jambi, Azwin, 50, Jumat, 16 Agustus 2019.
 
Azwin mengungkap bau asap sangat menyengat dan menyesakan pernafasan. Selain itu, kata Azwin, abu bakaran juga mengotori rumah dan kendaraan warga.
 
Sejak 31 Juli, kabut asap mulai menyelimuti Kota Jambi. Kendati terlihat tipis dan fluktuatif, kabut asap diduga berasal dari kebakaran lahan gambut di Kecamatan Kumpehulu, Kabupaten Muarojambi.
 
Menurut catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dari 30 titik panas yang terpantau satelit di Provinsi Jambi, lebih dari separuh (19 titik) berasal dari kebakaran lahan gambut di Kecamatan Kumpehulu, Muarojambi yang relatif dekat dengan Kota Jambi. Sisanya, tersebar di Kabupaten Tanjungjabung Timur, Tebo, Merangin, Tanjungjabung Barat dan Kabupaten Sarolangun.

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif