Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten menggagalkan penyelundupan bayi  lobster atau benur senilai Rp7,8 miliar dari hasil tim operasi gabungan.  (ANTARA)
Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten menggagalkan penyelundupan bayi lobster atau benur senilai Rp7,8 miliar dari hasil tim operasi gabungan. (ANTARA)

77.971 Benur Senilai Rp7,8 Miliar Gagal Diselundupkan

Nasional Penyelundupan Lobster Ekspor-Impor
Antara • 09 Juni 2021 22:40
Cilegon:  Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten menggagalkan penyelundupan benur lobster senilai Rp7,8 miliar. Dua pelaku penyelundupan ditangkap.
 
Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Budi Iryanto mengatakan pihaknya berhasil menggagalkan penyelundupan benur lobster oleh tim Satgas Wanara Sakti 21 dan Satgas Gabungan di Mako Lanal Banten. Kedua pelaku penyelundupan berinisial Ap dan Ps warga Ciruas, Kabupaten Serang, Banten.
 
"Kami menyerahkan kedua pelaku itu kepada Dirkrimsus Polda Banten untuk diproses secara hukum," kata Budi dalam rilis, Rabu, 9 Juni 2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para pelaku ditangkap di kawasan di Tolgate Pelabuhan Reguler ASDP Merak, Banten. Mereka membawa 14 kotak sterofom di dalam kendaraan minibus pribadi.
 
Dari 14 kotak sterofom itu terdiri dari 13 boks (78.896 ekor) jenis lobster pasir dan 1 boks (1.075 ekor) jenis lobster mutiara. Total  ada 77.971 ekor benur lobster.
 
Diperkirakan penjualan lobster tersebut hingga negara kerugian dengan total mencapai Rp7,8 miliar. Benur lobster itu akan diselundupkan ke Vietnam melalui Pulau Sumatra.
 
Baca: Tarif Tes GeNose di Kepri Turun Jadi Rp30 Ribu
 
Kegiatan penyelundupan benur lobster tersebut diduga melanggar UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
 
Selanjutnya, pelaku dan barang bukti langsung diserahkan ke Dirkrimsus Polda Banten untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
 
"Kami sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Polda Banten dan Karantina Ikan Cilegon," jelas Budi. 
 
(SYN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif