Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat peresmian pembukaan Wisata Alam Kedung Bunder di pedukuhan Kajor Wetan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Minggu (6/6/2021). ANTARA/HO-Humas Bantul
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat peresmian pembukaan Wisata Alam Kedung Bunder di pedukuhan Kajor Wetan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Minggu (6/6/2021). ANTARA/HO-Humas Bantul

Objek Wisata di Bantul Segera Dibuka dengan Protokol Kesehatan Ketat

Nasional Virus Korona covid-19 pandemi covid-19 Satu Tahun Covid-19
Antara • 22 Juni 2021 11:57
Bantul: Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan membuka objek wisata dengan pengawasan ketat terkait protokol kesehatannya usai ditutup sementara berdasarkan Instruksi Bupati tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro.
 
"Setelah masa berlaku Instruksi Bupati tersebut habis, tempat wisata akan kita buka kembali dengan pengawasan protokol kesehatan ketat," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, melansir Antara, Selasa, 22 Juni 2021.
 
Dalam Instruksi Bupati Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Mikro untuk mengendalikan penyebaran covid-19 yang berlaku sejak 15 Juni hingga 28 Juni, di antaranya menyatakan objek wisata yang dikelola Pemkab Bantul ditutup untuk wisatawan pada Sabtu dan Minggu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Jurus Jabar Cegah Lonjakan Covid-19
 
Dalam pengawasan prokes itu, kata Bupati, akan bekerja sama dengan TNI dan Polri, aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar diterjunkan untuk melakukan pengawasan protokol kesehatan. Menurut Bupati yang juga Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Bantul, jika kerumunan wisatawan di kawasan wisata masih tinggi, maka aparat bisa mengambil tindakan untuk buka tutup menjaga kapasitas obyek wisata sesuai protokol kesehatan.
 
"Teknisnya begini, misalnya satu titik objek wisata daya tampung yang diperkenankan secara kesehatan sudah mengundang risiko maka pintu masuk ditutup. Nanti jika ada lima mobil keluar misalnya, maka lima mobil bisa masuk," katanya.
 
Bupati tidak memungkiri, bahwa sistem tersebut bisa memicu antrean kendaraan. Tetapi demi mengantisipasi sebaran covid-19 dan ekonomi tetap berjalan, langkah tersebut bisa diambil.
 
Baca: Klaster Perkantoran di Sikka Sumbang Peningkatan Kasus Covid-19
 
"Metode serupa juga akan diterapkan pada rumah makan atau warung di obyek wisata. Jika nantinya secara kapasitas warung sudah beresiko, dalam hal ini jaraknya padat, maka pengelola harus membatasi pengunjung warungnya," terangnya.
 
Data Satgas Penanggulangan covid-19 Bantul menyebut, total kasus positif di Bantul per Senin, 21 Juni 2021, sebanyak 17.527 orang. Sebanyak 14.488 orang telah dinyatakan sembuh.
 
Sedangkan kasus konfirmasi meninggal 422 orang. Sehingga pasien yang masih isolasi berjumlah 2.617 orang. 
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif