Ilustrasi--Sejumlah kapal penangkap ikan tidak melaut karena cuaca buruk di Laha Kota Ambon, Provinsi Maluku. (Foto: ANTARA/FB Anggoro)
Ilustrasi--Sejumlah kapal penangkap ikan tidak melaut karena cuaca buruk di Laha Kota Ambon, Provinsi Maluku. (Foto: ANTARA/FB Anggoro)

Cuaca Ekstrem, 13 Daerah di Sumut Diintai Bencana Longsor

Nasional longsor tanah longsor cuaca ekstrem bencana alam
Media Indonesia.com • 14 September 2021 07:05
Medan: Sebanyak 13 kabupaten dan kota di Sumatra Utara memiliki risiko tinggi terjadinya bencana dalam kondisi cuaca ekstrem saat ini, terutama tanah longsor.
 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Utara Abdul Aris Lubis meminta setiap elemen masyarakat untuk siap siaga terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam.
 
"Ini perlu menjadi perhatian karena dalam beberapa hari terakhir Sumut dilanda cuaca ekstrem," ujarnya, Senin, 13 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan prediksi Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan (TReAK) pada Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), curah hujan akan meningkat di bagian Utara Indonesia pada September 2021.
 
Baca juga: Puluhan Rumah di Rangkasbitung Lebak Kebanjiran, Warga Mengungsi
 
Hujan maksimum pada September akan terkonsentrasi di pesisir Barat Sumatra bagian Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Timur serta Papua bagian Utara.
 
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lanjut Aris, juga telah mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir/kilat dan angin kencang di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Sumut.
 
Kemudian lagi berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2020, Sumut berada di urutan ke-16 dari 19 provinsi yang masuk kelompok berisiko tinggi.
 
Bila dipersempit, terdapat 13 kabupaten/kota di Sumut yang masuk ke dalam kelas risiko tinggi. Yaitu Gunungsitoli, Mandailing Natal, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan dan Tapanuli Tengah. Selanjutnya Tapanuli Selatan, Asahan, Sibolga, Labuhanbatu Utara, Padanglawas serta Labuhanbatu. 
 
Baca juga: Zona Level 1 Jatim Bertambah jadi 6 Kabupaten
 
"Bila curah hujan tinggi, daerah-daerah tersebut rawan terjadi banjir dan tanah longsor," kata Abdul Aris.
 
Karena itu, dia berharap semua pihak untuk bersikap waspada dan berupaya mencegah terjadinya bencana. BPBD Sumut sendiri saat ini sudah menyiagakan berbagai perlengkapan teknis untuk penanganan bencana.
 
"Mulai dari dapur bergerak sampai alat-alat berat, seperti eskavator, perahu karet, pendeteksi suara, pendeteksi kedalaman, pemotong besi dan baja serta alat-alat komunikasi dan kendaraan-kendaraan taktis," jelasnya. (Yosep Pencawan)

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif