Salah satu fasilitas cuci tangan yang berada di Taman Ekpresi, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Medcom.id/ Rizky Dewantara
Salah satu fasilitas cuci tangan yang berada di Taman Ekpresi, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Medcom.id/ Rizky Dewantara

Pemkot Bogor Bangun Ribuan Fasilitas Cuci Tangan

Nasional Virus Korona Pencegahan Covid-19 Protokol Covid-19
Rizky Dewantara • 18 Oktober 2020 15:49
Bogor: Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengeluarkan surat edaran agar setiap titik yang mempunyai potensi kegiatan masyarakat untuk menyediakan fasilitas cuci tangan. Tercatat saat ini Pemkot Bogor sudah membangun 2.584 fasilitas cuci tangan untuk mencegah penyebaran covid-19.
 
"Ribuan fasilitas cuci tangan tersebut sudah tersebar di 466 sekolah, 900 masjid, 1.000 posyandu, diseluruh taman yang ada di Kota Bogor dan lain-lain," kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, kepada Medcom.id Minggu, 18 Oktober 2020.
 
Baca: Pasien Covid-19 di Tanah Air Bertambah 4.301 Orang

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bima mengaku di saat pandemi covid-19 pihaknya menekankan kepada warga Kota Bogor untuk cuci tangan pakai sabun. Karena berdasarkan data klaster keluarga di Kota Bogor menempati peringkat utama. Tercatat sampai saat ini ada 277 keluarga dengan kasus positif 170. Sebagian besar kasus terpapar karena anggota keluarga yang keluar rumah atau tempat kerja.
 
"Nomor satu yang terpenting kultur, kebiasaan dibangun, digencarkan melalui sosialisasi dan edukasi, kedua pembangunan infrastruktur digencarkan di seluruh titik-titik yang betul-betul memerlukan protokol kesehatan," jelasnya.
 
Bima menuturkan Pemkot Bogor bekerja sama dengan Lapor Covid-19 dan Nanyang Technological University Singapore untuk melakukan survei di Kota Bogor. Survei ini untuk melihat sejauh mana persepsi warga Kota Bogor terhadap covid-19 dan menaati seruan pakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak.
 
"Hasilnya menarik, ternyata warga paling suka jaga jarak, sering pakai masker dan ditengah-tengah cuci tangan," ungkap Bima.
 
Menurutnya dari hasil survei juga warga lebih percaya mendengar nasehat atau informasi dari dokter, kedua tokoh agama, ketiga pejabat baru terakhir selebritis.
 
"Jadi pemerintah pusat dan daerah sangat penting melibatkan dokter, tenaga medis, pakar kesehatan dan tokoh agama. Di Kota Bogor pihaknya membentuk tim Merpati yang tugasnya mengedukasi dan sosialisasi.
 
"Karena warga masih perlu untuk dijangkau, dicerahkan dan diedukasi apalagi 16 persen warga percaya covid-19 itu konspirasi buatan manusia, 29 persen mengaku tidak percaya konspirasi, dan 50 persen antara iya dan tidak," tutup Bima.
 

 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif