Sebanyak 129 orang diamankan di Polres Malang Kota terkait demo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja, Jumat (9/10/2020).
Sebanyak 129 orang diamankan di Polres Malang Kota terkait demo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja, Jumat (9/10/2020).

Polres Malang Kota Proses Hukum 129 Pengunjukrasa

Nasional Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Media Indonesia.com • 09 Oktober 2020 14:29
Malang: Kepolisian Resor Malang Kota, Jawa Timur, memproses hukum pengunjukrasa yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja berujung anarkistis merusak aset negara, fasilitas umum, dan mengakibatkan orang terluka.
 
"Kita akan melakukan pendalaman dalam waktu 1 kali 24 jam. Nanti kalau memenuhi unsur kita proses hukum," tegas Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, Jumat, 9 Oktober 2020.
 
Ia menjelaskan aksi demo anarkistis di kawasan DPRD Kota Malang dan Pemkot Malang mulai pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB. Dalam demo itu polisi mendata kerusakan diantaranya mobil dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan mobil milik Pemkot Malang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Empat mobil dinas milik Polri dibakar," ungkapnya.
 
Baca: Aksi Ricuh, Ratusan Orang di Surabaya dan Malang Ditangkap
 
Bahkan, pengunjukrasa juga merusak kendaraan bus Polres Batu dan truk milik Polres Blitar. Data yang dihimpun oleh polisi, kerusakan lainnya, yakni fasilitas umum di kawasan gedung DPRD. Semua kerusakan itu terjadi saat demo anarkistis berujung bentrok antara pengunjukrasa dan polisi.
 
"Anggota Brimob terluka karena lemparan batu. Ada 15 anggota yang terluka," ujarnya.
 
Karena itu polisi akan mendalami kasus ini, untuk selanjutnya memproses hukum mereka yang memenuhi unsur tindak pidana. Dalam kasus ini, Polres Malang Kota mengamankan 129 orang, sebanyak 124 orang pria dan 5 orang perempuan. Kebanyakan dari mereka warga Malang, akan tetapi ada juga warga Jombang, Banyuwangi dan Pasuruan. Adapun status pengunjukrasa dominan mahasiswa, pengangguran, buruh bangunan dan sekuriti. Sebanyak 15 pelajar SMK dan 14 pelajar SMA turut diamankan.
 
Guna mengantisipasi klaster baru covid-19, polisi melakukan tes cepat. Hasilnya, sebanyak 20 orang reaktif.
 
"Segera kita tindak lanjuti tes swab," tuturnya.

 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif