Penyanyi Marcello Tahitoe (MT) mendatangi Mapolda Jatim, di Surabaya, Selasa, 14 Januari 2020. (Medcom.id/Amal
Penyanyi Marcello Tahitoe (MT) mendatangi Mapolda Jatim, di Surabaya, Selasa, 14 Januari 2020. (Medcom.id/Amal

15 Publik Figur Terseret Investasi Bodong MeMiles

Nasional investasi bodong
Amaluddin • 14 Januari 2020 18:58
Surabaya: Sebanyak 15 publik figur pernah bekerja sama dengan investasi bodong MeMiles yang dikelola PT Kam and Kam. Mereka mengisi acara yang digelar MeMiles untuk meyakinkan masyarakat.
 
"Sebanyak 15 publik figur itu, berdasarkan keterangan dari Eka Deli Mardiana saat diperiksa sebagai saksi Senin kemarin," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, di Surabaya, Selasa, 14 Januari 2020.
 
Belasan publik figur itu, lanjut Truno, mayoritas artis Ibu Kota Jakarta, seperti penyanyi Eka Deli dan Marcello Tahitoe. Selanjutnya publik figur lainnya berinisial AP, SB, MJ, PM, MA, R, TJ, SS, RG, C dan satu gurp band dengan inisial personel D, L dan M.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nah, kita sedang mendalami adanya 15 nama publik figur itu, termasuk empat orang yang telah kita layangkan pemanggilan, dan nanti akan kita panggil mereka semua. Kita juga akan melakukan kajian melalui proses penyidikan ini dengan meminta pendapat ahli," jelasnya.
 
Pihaknya melibatakan ahli dalam mengusut kasus investasi bodong itu. Pertimbangan ahli bakal menentukan hasil dari penyidikan polisi.
 
"Kita mengacu pada alat bukti, termasuk pendapat ahli akan kita lakukan gelar perkara. Sambil menunggu beberapa nama tadi dimintai keterangan. Tentu penyidik masih melakukan serangkaian tindakan pemeriksaan atau penyidikan," ujarnya.
 
Polda Jatim menetapkan empat tersangka terkait investasi abal-abal tersebut. Yakni Kamal Tarachan atau Sanjay sebagai direktur, Suhanda sebagai manajer, Martini Luisa (ML) atau Dokter Eva sebagai motivator atau pencari member, dan Prima Hendika (PH) sebagai ahli IT.
 
Melalui investasi ilegal ini, para tersangka berhasil merekrut sebanyak 264.000 member. Dalam jangka waktu 8 bulan, bisnis ini mampu meraup omset sebesar Rp750 miliar. Padahal MeMiles diketahui tak mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan barang bukti uang sekitar Rp122,3 miliar, 18 unit mobil, dua unit sepeda motor, dan beberapa barang berharga lainnya. Tersangka dijerat Pasal 160 jo 24 ayat 1 UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Pasal 46 ayat 1 UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif