Mediasi antar pelapor dan terlapor di Kantor NU Kota Malang, Jumat 9 Agustus 2019 malam. Foto: Istimewa
Mediasi antar pelapor dan terlapor di Kantor NU Kota Malang, Jumat 9 Agustus 2019 malam. Foto: Istimewa

Polisi Lepas Pemilik Akun Penghina Mbah Moen

Nasional ujaran kebencian
Daviq Umar Al Faruq • 13 Agustus 2019 12:36
Malang: FDU, 20, warga Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur dilepas penyelidik polisi. Pemilik akun Facebook bernama Ahmad Husein itu ditahan pihak berwajib akibat mengunggah ujaran kebencian yang dinilai menghina KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen.
 
Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, keterangan FDU telah dikantongi petugas. Pelaku mengakui unggahan pernyataan di akun Facebooknya memang atas kesadaran diri.
 
"Pelaku menyesali perbuatannya. Lalu ada niat akan berguru dan belajar agama," katanya saat dikonfirmasi Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


FDU dilepas karena pelapor telah mencabut laporan dengan jeratan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ini. Laporan dicabut usai mediasi dilakukan antar pelapor dan FDU.
 
"Sudah kita mediasi atas permintaan pelapor, hasilnya laporan dicabut," bebernya.
 
Komang menyebut pelapor yang mengatasnamakan diri sebagai Santri Malang Raya telah memaafkan perbuatan pelaku. "Pelapor mempertimbangkan beberapa hal, pertama usia yang masih muda. Sehingga terlapor ini masih bisa dibina," imbuhnya.
 
Namun, FDU diharuskan meminta maaf ke keluarga besar Mbah Moen," pungkasnya.
 
Baca: Penghina Mbah Moen Dilaporkan ke Polisi
 
Pemilik akun facebook bernama Ahmad Husein dilaporkan ke polisi pada Jumat 9 Agustus 2019 lalu. Akun tersebut diketahui mengunggah pernyataan yang menghina Kiai H Maimun Zubair atau Mbah Moen.
 
"Turut bersuka cita yang sedalam-dalamnya atas kematian si mumun zubair, alhamdulillah populasi NU berkurang, saya orang Muhammadiyah, gak ada gunanya saya berduka atas kematian orang NU," tulis akun tersebut beberapa waktu lalu.
 
Kasus ini dilaporkan warga yang mengatasnamakan diri sebagai Santri Malang Raya. Surat laporan tertanggal 9 Agustus 2019 itu ditandatangani Ketua GP Ansor Kota Malang, Komandan Satkorcab Banser, Ketua Barisan Gus Dur dan Ketua Aswaja Malang Raya.
 
Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa akun Facebook tersebut milik FDU, 20, warga Donomulyo, Kabupaten Malang. Dengan didampingi orang tuanya, FDU kemudian mengakui perbuatannya dan meminta maaf di Kantor NU Kota Malang.
 
 
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif