Pemeriksaan alat pendetksi curah hujan yang dipasang di Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id/Rhobi Shani
Pemeriksaan alat pendetksi curah hujan yang dipasang di Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id/Rhobi Shani

Pendeteksi Pergerakan Tanah di Tempur Tak Berfungsi Optimal

Nasional Mitigasi Bencana
Rhobi Shani • 25 Desember 2019 08:47
Jepara: Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, merupakan salah satu desa dengan potensi bencana tanah longsor tinggi. Sejak lima tahun terakhir, setiap musim hujan selalu terjadi tanah longsor hingga menyebabkan akses jalan desa tertutup.
 
Empat alat deteksi dini pada Juli 2019 dipasang di Desa Tempur. Yakni satu alat pendeteksi curah hujan dan tiga alat pendeteksi pergerakan tanah. Pemasangan dilakukan oleh tim pendeteksi dini Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
 
Pantaun Medcom.id, alat pendeteksi curah hujan dipasang di samping kantor desa. Alat itu terdiri dari pengeras suara berukuran sedang, panel surya, baterai, dan tabung penampung air hujan. Alat ini akan mengeluarkan suara peringatan bila curah hujan tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu alat pergerakan tanah dipasang di Dukuh Kemiren desa setempat. Alat ini ditempatkan di lereng di ketinggian lebih kurang 600 meter dari permukaan air laut. Pada alat pergerakan tanah ini terdapat pengeras suara berukuran kecil, panel surya, baterai, dan tali yang membentang antarlereng. Jika terjadi guncangan atau pergerakan tanah minimal tujuh sentimeter, alat akan mengeluarkan suara peringatan.
 
Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Imam Zusdi Ghozali, didampingi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara dan perengkat desa, memeriksa alat pendetksi dini. Saat diperiksa, alat pendeteksi curah hujan berfungsi normal. Namun, alat pendeteksi pergerakan tanah yang dipasang di Dukuh Kemiren tidak berfungsi dengan baik.
 
"Ternyata suaranya tidak nyaring, warga di sekitar tidak mendengar. Saya tanya petugas BPBD, biaya perawatan tidak ada. Apa pemerintah kabupaten tidak malu, ini (alat pendetksi dini) hibah pemerintah provinsi,” ujar Imam, Selasa petang, 24 Desember 2019.
 
Mestinya alat pendetksi dini tidak hanya dipasang di Desa Tempur. Sebab, sejumlah desa di kawasan pegunungan Muria juga berisiko tanah longsor. Yakni Desa Kunir, Dudakawu, Bungo, dan Tanjung.
 
“Ini di Tempur saja masih kurang dua titik, yaitu di Duplak dan Glagah. Karena alatnya masih kurang dan ada yang tidak berfungsi dengan baik, maka saya minta warga masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Jangan sepenuhnya bergantung pada alat,” kata Imam.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif