Gubernur jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi)
Gubernur jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi)

Ganjar Mengeluh Kesulitan Pecat PNS Korupsi

Nasional pns kasus korupsi ASN
Mustholih • 06 Januari 2020 19:04
Semarang: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengeluhkan kesulitannya memecat pegawai negeri sipil (PNS) yang dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Ganjar mengaku akan mengirimkan surat protes kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
 
"Mereka yang terlibat tindak pidana umum, melakukan tindak pidana korupsi harus dihukum berat. Selama ini hukumannya paling hanya penurunan pangkat, penundaan gaji, dan sebagainya. Kalaupun ada yang diberhentikan masih saja dengan hormat," kata Ganjar, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 6 Januari 2019.
 
Ganjar berujar, sanksi disiplin terhadap PNS yang melakukan tindak pidana korupsi justru lebih ringan dibanding yang kerap membolos atau melakukan perselingkuhan. PNS yang membolos dan berselingkuh justru bisa dengan mudah dipecat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketika mempelajari aturan sanksi ASN, saya heran. Pada kasus indisipliner bisa dipecat sedangkan korupsi hukumannya hanya penurunan pangkat," ujar Ganjar menegaskan.
 
Ganjar menuturkan heran dengan sistem hukuman yang kurang galak bagi PNS korupsi. "Saya sudah minta Badan Kepegawaian Daerah melakukan review. Saya akan tulis surat ke Kemenpan RB dan Badan Kepegawaian Negara untuk mereview sistem punishment terhadap ASN," ungkap Ganjar.
 
Namun, Ganjar enggan mengungkap identitas PNS yang sudah dijatuhi sanksi karena melakukan korupsi. Dia bilang hanya dua PNS yang dinyatakan melakukan korupsi dan dihukum. "Yang sudah dihukum karena tindak pidana korupsi itu ada dua. Kemarin sudah saya tandatangani beberapa ASN yang melakukan tindakan indisipliner berat untuk diambil tindakan tegas," beber Ganjar.
 
Ganjar menegaskan saksi tegas kepada PNS yang melanggar penting dilakukan. Dia menilai PNS seharusnya memberi contoh sebagai agen pembangunan di mata masyarakat. "ASN dituntut sempurna. Meskipun tidak bulat, namun harus menjadi contoh. ASN itu sekarang menjadi rebutan. Banyak lho honorer, K2 yang demo ingin diangkat ASN. Maka saya selalu tekankan, harus disiplin," beber Ganjar.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif