Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

Harga Pangan di Malang Mulai Naik

Nasional natal dan tahun baru
Daviq Umar Al Faruq • 03 Desember 2019 08:06
Malang: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Sunaryo, mengatakan harga bahan makanan di Kota Malang, Jawa Timur, menunjukkan kenaikan pada November 2019. Kenaikan harga diprediksi berlanjut hingga perayaan Natal 2019 dan tahun baru 2020.
 
"Bulan November sudah ada kenaikan harga pangan. Namun, tertutup dengan komoditas penghambat inflasi," kata Sunaryo, di Kota Malang, Senin, 2 Desember 2019.
 
Dia mengungkap komoditas penghambat inflasi yang mengalami penurunan harga ialah kelompok pengeluaran sandang dan transportasi, komunikasi, serta jasa keuangan. Sementara kenaikan harga bahan makanan terjadi di komoditas daging ayam ras 5,71 persen, telur ayam ras 3,86 persen, dan beras 0,17 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia melanjutkan kenaikan tersebut diredam dengan penurunan harga sandang sebesar 0,45 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mencapai 0,90 persen.
 
Untuk kelompok sandang, penurunan harga emas tercatat sebesar 1,28 persen, dan angkutan udara turun sebesar 3,38 persen. Selain itu, terdapat komoditas lain yang menghambat inflasi yakni cabai rawit, cabai merah, dan bawang putih.
 
"Komoditas pangan merangkak naik. Namun, karena di Kota Malang konsumsi tiket angkutan udara cukup tinggi, itu berpengaruh signifikan," imbuhnya.
 
Sementara itu, berdasarkan data di Siskaperbapo.com, harga telur ayam di sejumlah pasar di Kota Malang berada di angka Rp 23.300 per kilogram. Harga tersebut mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya berkisar Rp18ribu-Rp20ribu.

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif