Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: MI/Susanto
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: MI/Susanto

Ganjar Minta BPJS Kesehatan Segera Bayar Tunggakan

Nasional BPJS Kesehatan
Mustholih • 01 November 2019 13:17
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memperbaiki manajemen dan pelayanan. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan BPJS Kesehatan harus segera membayar tunggakan biaya kesehatan terhadap rumah sakit.
 
"Mudah-mudahan kenaikan ini bisa mendorong pelayanan kesehatan di masyarakat jauh lebih baik. Rumah sakit saya saja belum dibayar. Total (tunggakan) banyak, sekitar Rp200-an miliar," kata Ganjar saat menghadiri acara Pandatara 2019 SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jumat, 1 November 2019.
 
Per 30 Oktober 2019, Provinsi Jateng mencatat tagihan BPJS yang belum dibayar senilai Rp249.199.868.991. Tagihan itu berasal dari enam rumah rakit umum daerah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengungkap tagihan terbanyak di RSUD Muwardi yakni Rp128.120.277.776. Lima rumah sakit lainnya adalah RSUD Tugurejo, RSUD Margono, RSUD Lelet, RSUD Surakarta, dan RSUD Soejarwadi.
 
"Solusinya ditagih karena yang bayar sana, yang utang sana. Manajemen BPJS harus diperbaiki secara total," tegas Ganjar.
 
Meski BPJS menunggak biaya kesehatan hingga ratusan miliar, Ganjar memastikan pelayanan kesehatan di rumah sakit Jateng tidak mengalami penurunan. "Kami tidak bisa menyalahkan saja. Inovasinya di daerah temui distributor obat agar mereka bisa membuat satu terobosan kepada kita," jelas Ganjar.

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif