Ilustrasi--Siswa SDN Jatimulya 09, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, belajar di lantai. (Foto: Medcom.id/Antonio)
Ilustrasi--Siswa SDN Jatimulya 09, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, belajar di lantai. (Foto: Medcom.id/Antonio)

Sekolah Diminta Sinkronisasi Kalender Pendidikan dan Anggaran

Nasional pendidikan
Antonio • 18 September 2019 13:03
Bekasi: Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta sekolah melakukan sinkronisasi antara kalender pendidikan dan anggaran. Hal ini guna mengantisipasi keterlambatan pengadaan fasilitas penunjang belajar seperti meja dan kursi.
 
"Tidak bisa lagi tidak sinkronisasi antara waktu pengadaan dan penganggaran. Kalender danggaran dan kalender pendidikan kok tidak sesuai," ujar Irjen Kemendikbud, Muchlis Rantoni Luddin, Rabu, 18 September 2019.
 
Ketidaksesuaian kalender pendidikan dan anggaran salah satunya terjadi di SDN Pekayon Kaya III Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat. Karena kesalahan ini, siswa terpaksa belajar di lantai lantaran pengadaan fasilitas penunjang tidak selaras dengan waktu kegiatan belajar mengajar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga begitu pengadaan (misalnya) baru bisa dimulai Mei atau April, itu yang menyebabkan ada waktu kosong sehingga kursinya belum datang anak-anak sudah harus belajar," sambungnya.
 
Muchlis menegaskan tak ada alasan untuk tidak melakukan sinkronisasi. Sebab pengadaan fasilitas penunjang butuh waktu dan ada sejumlah tahapan yang harus ditempuh.
 
"Pengadaan tidak seperti beli barang di warung, dia harus ditenderkan, harus lihat e-catalog, harus ada proses-proses dan itu harus bertahap," katanya.
 
Ratusan siswa di enam kelas Sekolah Dasar Negeri Pekayon Jaya III, Kota Bekasi, Jawa Barat, sebelumnya terpaksa belajar dengan kondisi lesehan. Ketiadaan meja kursi membuat para siswa belajar di lantai.
 
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan telah menindaklanjuti hal itu dengan pengiriman kursi dan meja sejak Minggu, 15 September 2019. Pada Senin, 16 September 2019 siswa tak lagi belajar di lantai.
 
"Sehingga siswa/siswi dalam proses pembelajaran tiap harinya sudah bisa kembali beraktivitas proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) dengan sarana yang layak," kata Effendi di Bekasi, Jawa Barat.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif