Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih.
Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih.

Solo Gencar Deteksi Dini Korona

Nasional Virus Korona
Triawati Prihatsari • 24 Maret 2020 15:35
Solo: Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melakukan deteksi awal untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona (covid-19). Deteksi dini dilakukan lantaran terdapat 75 warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP).
 
"Kita menggerakkan seluruh puskesmas di Kota Solo untuk melakukan screening dini. Ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus korona lebih dini juga," papar Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, Selasa, 24 Maret 2020.
 
Dia menerangkan deteksi dini korona dilakukan berdasarkan jumlah ODP di Kota Solo, Jawa Tengah. Deteksi dini dilakukan terutama untuk warga yang masuk faktor risiko, karena memiliki riwayat kontak dengan 75 ODP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada 2.795 orang dengan faktor risiko terpapar virus korona. Kepada merekalah kita screening lebih dini, dengan harapan akan memutus mata rantai penyebaran virus," tegasnya.
 
Baca:Warga Jepara Masih Berkerumun di Taman dan Pusat Perbelanjaan
 
Dia menekankan warga yang berstatus ODP harus mengisolasi diri minimal 14 hari untuk menekan angka penyebaran virus korona. Dia memastikan DKK Solo akan membenahi sistem laporan puskesmas setiap harinya.
 
"Selama ini pelaporan dari puskesmas masih kurang aktif. Jadi akan kita benahi. Setiap pasien periksa di Puskesmas, dia datang sendiri, dengan keluhan batuk, demam dan sesak mendapatkan ruang tunggu khusus," ungkapnya.
 
Sebanyak empat pasien dalam pengawasan (PDP) korona tengah dirawat di RSUD dr Moewardi Solo. Sementara itu sebanyak lima orang telah dinyatakan positif korona, dua telah meninggal dan tiga lainnya masih diisolasi di RSUD dr Moewardi Solo.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif