Pelontar ujaran kebencian terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Dzikria Dzatil, di Mapolrestabes Surabaya, Jatim. (Foto: Medcom.id/Syaikhul Hadi)
Pelontar ujaran kebencian terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Dzikria Dzatil, di Mapolrestabes Surabaya, Jatim. (Foto: Medcom.id/Syaikhul Hadi)

Risma Maafkan Penghina Dirinya

Nasional pencemaran nama baik
Antara • 05 Februari 2020 15:14
Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memaafkan wanita berinisial ZKR asal Bogor, Jawa Barat yang menjadi tersangka karena telah menghinanya di akun media sosial beberapa waktu lalu.Risma disebut dengan tulisan dianggap menghina saat mengaitkan kondisi banjir di Surabaya beberapa waktu lalu.
 
"Saya maafkan yang bersangkutan. Sebagai manusia, kalau dia sudah minta maaf, maka saya wajib memberikan maaf itu," kata Risma dengan memperlihatkan surat permohonan maaf ZKR saat menggelar jumpa pers di rumah dinasnya, Rabu, 5 Februari 2020.
 
Risma menuturkan tidak ada alasan baginya untuk tidak memberikan maaf kepada ZKR karena Allah SWT memberikan maaf untuk umatnya yang salah. Mengenai persoalan hukum ZKR, Risma menyerahkan sepenuhkan kepada Polrestabes Surabaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya sudah memaafkan iya. Saya minta tidak saling bermusuhan karena saya tidak ingin itu. Mari kita berbesar hati untuk bisa memaafkan," katanya.
 
Pengabulan permintaan maaf tersebut disaksikan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya Sudamiran, Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya Hendro Gunawan, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya dan staf Pemkot Surabaya.
 
ZKR ditangkap polisi di kediamannya di Perumahan Mutiara Bogor Raya, Kelurahan Katulampa, Kota Bogor. Dia diduga menghina Risma melalui akun media sosial Facebook miliknya.
 
Warga Surabaya yang tak suka dengan penghinaan tersebut menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Polrestabes Surabaya. Mereka menuntut kepolisian segera menindak SKR.
 
Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho mengatakan setelah melakukan pemeriksaan beberapa saksi, Dzikria dijemput di rumahnya, di Bogor, Jawa Barat. Kini, pelaku ditetapkan sebagai tersangka.
 
Dzikria dinilai bersalah telah melakukan penghinaan, ujaran kebencian, dan pelanggaran UU ITE. Penyidikan kasus dimulai ketika polisi mendapatkan desakan dari masyarakat untuk mengusutnya.
 
"Setelah ada laporan masuk ke kepolisian, kita lakukan pemeriksaan terhadap 16 saksi, termasuk ahli, hingga berujung pada penetapan tersangka," jelasnya.
 
Pada 16 Januari 2020 akun ZKR dilaporkan ke polisi oleh Bagian Hukum Pemerintah Kota Surabaya karena dinilai menghina Risma. Dalam tangkapan layar akun Facebook tertanggal 16 Januari 2020 milik ZKR terdapat foto dengan keterangan, 'Anjiir...asli ngakak abis...nemu nih foto sang legendaris kodok betina.'
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif