Sulsel Mewaspadai Empat Potensi Bencana
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah membuka rapat koordiasi tanggap darurat siaga bencana di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 14 November 2018. Medcom.id/ Andi Aan Pranata.
Makassar: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan mulai bersiaga menyambut potensi bencana seiring masuknya musim hujan. Masyarakat diminta mengantisipasi berbagai kemungkinan, terutama di masa peralihan atau cuaca ekstrem.

Kepala BPBD Sulsel Syamsibar mengatakan, di daerahnya ada empat ancaman bencana yang mesti diwaspadai. Umumnya berupa banjir, tanah longsor, puting beliung, dan abrasi. Bencana tersebut berpeluang terjadi pada 24 kabupaten/kota.

"Kalau daerah rawan, semuanya rentan. Karena kita harus waspadai semua titik. Jadi tidak ada yang disepelekan," kata Syamsibar usai menghadiri rapat koordinasi siaga darurat tingkat provinsi di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 14 November 2018.


Syamsibar mengatakan, sebagian daerah di Sulsel sudah mengalami cuaca ekstrem pada awal November. Kondisi tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga awal tahun depan. Karena itu unsur BPBD di setiap daerah diminta siaga setiap saat.

Selain empat potensi bencana di atas, BPBD Sulsel juga mewaspadai kemungkinan gempa. Gempa yang pernah melanda Palu di Sulawesi Tengah, dan Mamasa, Sulawesi Barat, bisa merambat ke Sulsel karena patahan bumi yang sama terbentang di beberapa kabupaten/kota.

"(Patahan) Sesar Palukoro melalui Luwu Timur. Ada juga sesar Matano dan Saddang yang melintasi beberapa daerah. Jadi kewaspadaan mesti kita tingkatkan," ujar Syamsibar.

Syamsibar mengimbau jajarannya di daerah agar memperkuat koordinasi dengan elemen lain. Sebab penanganan bencana tidak bisa diatasi sendiri. Selain TNI-Polri, penanggulangan bencana mesti melibatkan Dinas Sosial, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Basarnas.

"Semua kekuatan harus diajak. Kita di sini tujuannya membantu orang susah. Karena penanggulangan bencana adalah panggilan kemanusiaan," kata dia.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang membuka rakor siaga darurat menginstruksikan jajarannya agar mempersiapkan berbagai langkah antisipasi bencana. Terutama persiapan kebutuhan logistik masyarakat jika terdampak.

"Kebutuhan logistik tidak boleh kosong. Ketia terjadi ada situasi (darurat), BPBD turun, (Dinas) Sosial turun. Sinergi semua unsur supaya masyarakat merasa pemerintah hadir," kata Nurdin.

Nurdin menyatakan bakal menempatkan penanggulangan bencana sebagai salah satu prioritas. Dalam penyusunan APBD selanjutnya, anggaran tanggap darurat diupayakan minimal 1 persen dari total anggaran daerah.

"Kita jangan terlalu berharap kepada APBN. Supaya ketika terjadi apa-apa, langsung  bisa kita sentuh aa yang jadi kebutuhan masyarakat," ucap Nurdin.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id