Wakapolda DIY Brigjen Karyoto (kiri) dan Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana (kanan) memantau personel dalam apel kesiapsiagaan bencana 2020. (Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)
Wakapolda DIY Brigjen Karyoto (kiri) dan Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana (kanan) memantau personel dalam apel kesiapsiagaan bencana 2020. (Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Polda Jateng Bantu Siapkan Penanganan Bencana

Nasional bencana banjir
Ahmad Mustaqim • 07 Januari 2020 12:31
Yogyakarta: Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) bantu menyiagakan sejumlah peralatan untuk antisipasi bencana. Beberapa di antaranya yakni senso atau gergaji rantai dan mobil perlengkapan bencana.
 
“Kami siagakan alat berikut personelnya. Sehingga kalau ada apa-apa, kita sudah siap, alat-alat akan kita berangkatkan," kata Wakapolda DIY, Brigjen Karyoto, di Yogyakarta, Selasa, 7 Januari 2020.
 
Menurut Karyoto, pengerahan personel akan disesuaikan dengan kondisi wilayah terdampak. Ia memastikan personel yang diperbantukan hingga tingkat polsek.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Jumlah personel tergantung dengan alat. Tiap polres satu pleton. Personel yang ada di Brimob juga menjadi salah satu bagian andalan untuk membantu masyarakat,” kata dia.
 
Ia menambahkan akan berkoordinasi dengan berbagai intansi untuk membantu penanganan bencana. “Dan kita ada Bhabinkamtibmas yang tahu lebih dulu kejadian di lapangan,” jelasnya.
 
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana, mengatakan, ada delapan kawasan rawan bencana, termasuk banjir dan longsor di wilayahnya.
 
Kawasan longsor di Kabupaten Kulon Progo terdapat di Kecamatan Kalibawang, Girimulyo, Samigaluh, dan Kokap. Lalu, di Kabupaten Gunungkidul ada di Kecamatan Gedangsari, Patuk, hingga Ngawen.
 
“Masyarakat jauh-jauh hari sudah kita edukasi melalui berbagai forum; Destana (desa tangguh bencana) dan FRB (forum relawan bencana). Itu bagian upaya kesiapsiagaan supaya lebih peka terhadap lingkungan atau potensi yang bisa longsor,” ungkapnya.
 
Menurut dia daerah rawan bencana seperti Kecamatan Imogiri akan mendapatkan perhatian khusus karena pernah terjadi banjir dengan dampak yang cukup besar. Tak hanya menimbulkan kerugian materiel, namun sejumlah fasilitas umum juga ikut rusak.
 
“Kita mengimbau BPBD wilayah untuk memberikan perhatian khusus wilayah, dan masyarakat yang dua tahun ini kena dampak (bencana) signifikan. Semua komponen kita siagakan,” pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif