Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. Dok.MI
Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. Dok.MI

Genjot Wisatawan, Hotel dan Restoran di Bandung Dituntut Berinovasi

Nasional pariwisata daerah
Roni Kurniawan • 16 Januari 2020 20:27
Bandung: Para pelaku usaha hotel dan restoran pun dituntut Pemerintah Kota Bandunguntuk terus berinovasi guna memikat wisatawan agar tetap datang ke Ibu Kota Provinsi Jawa Barat itu. Hal itu dilakukan setelah belasan rute penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka.
 
"Saya yakin dengan inovasi dan kolaborasi hal seperti itu bisa dilakukan. Asalkan harus konsisten dilakukan," ujar Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Yana mengaku, pengalihan belasan rute penerbangan ke Majalengka mempengaruhi jumlah wisatawan datang ke Bandung. Pasalnya wisatawan yang biasa datang ke Bandung melalui jalur udara, kini harus singgah dulu ke Majalengka yang membutuhkan waktu sekitar tiga sampai empat jam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini berdampak pada kunjungan wisatawan. Kita masih menunggu hitungan untuk jumlah wisatawan tahun kemarin (2019). Tapi itu sebetulnya bisa teratasi dengan berbagau kegiatan kepariwisataan termasuk oleh para pelaku usaha," ungkap Yana.
 
Yana menegaskan, Pemkot Bandung tetap menargerkan 7 juta wisatawan baik domestik maupun asing pada 2020 ini. Target tersebut sama dengan tahun sebelumnya meski adanya peralihan rute penerbangan ke Majalengka.
 
"Tercatat hotel di Kota Bandung sekitar 300 hotel baik dari bintang satu sampai lima, termasuk non bintang. Saya harap ada upaya dari para praktisi hotel dan restoran untuk membuahkan hasil yang maksimal," pungkas Yana.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif