Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau lokasi pengungsian korban longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. (Foto: Medcom.id/Rizky)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau lokasi pengungsian korban longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. (Foto: Medcom.id/Rizky)

Korban Terdampak Longsor Kabupaten Bogor Segera Direlokasi

Nasional longsor tanah longsor
Rizky Dewantara • 28 Januari 2020 18:17
Bogor: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyebut, relokasi warga terdampak longsor di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, segera dilakukan. Para korban akan diberikan hunian tetap (huntap).
 
"Proses relokasi akan dilakukan setelah status tanggap bencana di Kabupaten Bogor berakhir pada 31 Januari 2020. Ada beberapa titik relokasi untuk huntap yang tersebar di Kecamatan Sukajaya," ujar Ridwan Kamil di lokasi pengungsian Desa Pasir Madang, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 28 Januari 2020.
 
Emil, sapaan akrabnya, menilai warga tak bisa kembali menempati tanah yang telah tersapu longsor. Masyarakat terdampak longsor akan dipindahkan ke kawasan huntap yang telah diusulkan Pemkab Bogor dan telah dikaji oleh ahli.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pendapat ahli geologi akan menjadi acuan terkait layak atau tidaknya suatu lahan menjadi lokasi hunian bagi masyarakat. Pemkab Bogor telah menetapkan beberapa titik relokasi untuk masyarakat Kecamatan Sukajaya," jelas dia.
 
Sementara itu, Sekretaris Camat Sukajaya, Ridwan, membeberkan, pihaknya menyiapkan 23 titik untuk merelokasi warga terdampak longsor. Lokasi huntap di antaranya tersebar di dua lokasi di Desa Jayaraharja, yakni di Gunung Jampang dan Blok Wangun. Kemudian di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya.
 
"Dua lokasi (lainnya) di samping dan depan kantor desa. Lalu di Desa Sukamulih ada dua lokasi di Kampung Giri Mulya dan Lebak Tundun," jelasnya.
 
Ia melanjutkan, huntap juga akan dibangun di Lebak Limus dan Kampung Baru, Desa Kiarapandak; Kampung Pasir Walang dan Kampung Parigi di Desa Harkatjaya; Kampung Cisarua, Desa Cisarua; serta di Cikantor, Cilangke, Bitung Luwung, dan Cipandawa, Desa Cileuksa.
 
"Terakhir di Desa Pasir Madang, yang memiliki titik relokasi terbanyak, yaitu enam titik. Di Blok Kebun D, Pasir Puspa, Pasir Jambu, Blok Babakan Cibarani, belakang kantor desa dan Pasir Jahe," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif