Pengemudi ojek daring, UK (pakaian oranye) jadi tersangka kasus penyebaran hoaks klithih. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Pengemudi ojek daring, UK (pakaian oranye) jadi tersangka kasus penyebaran hoaks klithih. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Sebar Hoaks, Pengemudi Ojek Daring Ditangkap

Nasional hoax
Ahmad Mustaqim • 04 Februari 2020 17:36
Yogyakarta: Pengemudi ojek daring, UK, 45, ditangkap Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. UK dituding meresahkan masyarakat setelah menyebarkan berita bohong soal tindak kejahatan jalanan atau klithih.
 
Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda DIY, Komisaris Besar Toni Surya Putra, menjelaskan UK menyebarkan video berdurasi 30 detik pada 3 Februari, yang dianggap kejadian klithih. Padahal video itu merupakan peristiwa kecelakaan di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada 2 Desember 2019.
 
"Sebenarnya itu korban kecelakaan tunggal. Tapi, oleh pelaku diunggah seolah-olah korban dari klithih," kata Toni dalam konferensi pers di Mapolda DIY, Selasa, 4 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


UK menyebarkan video melalui grup WhatsApp yang beranggotakan para pengemudi ojek daring berjumlah 30 orang. UK memberikan keterangan video sebagai kasus klithih di Kecamatan Gopdean, Kabupaten Sleman.
 
"Bisa dibayangkan, dari grup tersebut kalau itu (video) di-share lagi ke mana-mana, maka itu akan menimbulkan keresahan," ujarnya.
 
Toni melanjutkan warga asal Gebang, Kuningan, Jawa Barat, itu sudah diingatkan kalau video yang disebar hoaks. Namun UK menyakini video yang disebar merupakan korban kasus klithih.
 
"Yang bersangkutan mengatakan, 'Iki kejadian tenan, kalau kamu enggak percaya ketemu langsung ndelok korban e' (Ini kejadian sesungguhnya, kalau kalu tidak percaya temui langsung korbannya)," kata Toni menirukan pelaku.
 
Polda DIY mengecek kebenaran video ke Polsek Godean. Setelah dipastikan hoaks, penyidik Polda DIY segera memburu penyebar hoaks.
 
UK ditangkap di tempat tinggalnya di Sleman pada Senin malam, 3 Februari 2020. UK mengaku iseng menyebarkan video dengan keterangan hoaks tersebut.
 
Polisi menyita barang bukti dua unit gawai, dua buah kartu sim, dan flasdisk. Sementara video dengan keterangan hoaks itu telah dihapus.
 
"Videonya disimpan dalam flasdisk. Belum diketahui apa alasannya sampai menyimpan video tersebut," jelas Kepala Bidang Humas Polda DIY, Komisaris Besar Yuliyanto.
 
UK dijerat Pasal 14 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana junto Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Adapun ancamannya pidana enam tahun serta denda maksimal Rp1 miliar.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif