Plt Bupati Sidoarjo, Nur Achmad Syaifuddin, saat penyerahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Kamis, 14 Mei 2020. Medcom.id/ Syaikhul Hadi
Plt Bupati Sidoarjo, Nur Achmad Syaifuddin, saat penyerahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Kamis, 14 Mei 2020. Medcom.id/ Syaikhul Hadi

84 Ribu KPM di Sidoarjo Mulai Terima BLT Dana Desa

Nasional Virus Korona PSBB
Syaikhul Hadi • 14 Mei 2020 19:02
Sidoarjo: Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo mulai dilakukan. Ada sekitar 48 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Sidoarjo yang bakal menerima bantuan yang bersumber dari dana desa.
 
Plt Bupati Sidoarjo, Nur Achmad Syaifuddin, mengatakan warga akan mendapat bantuan berupa uang tunai sebesar Rp600 ribu perbulan hingga tiga bulan kedepan.
 
"Mudah-mudahan ini bisa mengurangi beban masyarakat karena dampak covid-19 ini," kata Nur Achmad Syaifuddin di Sidoarjo, Kamis, 14 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Pasar Tradisional di Kota Malang Terapkan Sistem Ganjil-Genap
 
Pembagian BLT dana Desa ini merupakan tahap pertama yang diberikan kepada 84 ribu penerima Keluarga Manfaat di Sidoarjo. Dengan harapan bantuan yang diterima bisa membantu mengurangu beban akibat covid-19.
 
"Bagi yang enggak menerima tidak usah panik. Karena bantuan ini tidak hanya bersumber dari dana desa saja. Ada bantuan dari kemensos, bantuan provinsi, dan masih banyak lagi," jelas Nur.
 
Oleh karenanya dia meminta semua pihak memberikan ruang kepada Pemerintah Desa untuk mengelola data penerima agar tepat sasaran. Diperkirakan, ada 68 persen KK se-Sidoarjo yang bakal mendapat bantuan tersebut.
 
"Jangan khawatir kepada masyarakat, jangan-jangan tidak diberi hari ini rame, jangan, karena kita memberikan kesempatan kepada desa untuk mendata," ungkap Nur.
 
Disisi lain pihaknya juga bakal membantu masyarakat di luar Sidoarjo yang tinggal di Sidoarjo dan belum mendapat bantuan apapun. Warga tersebut diminta untuk melapor ke RT setempat (tempat tinggal), agar bisa diteruskan ke Pemda.
 
"Jangan khawatir, kita usahakan membantu, tapi dengan catatan yang benar-benar ingin mendapat bantuan harys lapor ke RT dulu, baru nanti kota tindak lanjuti," pungkas Nur.
 

(DEN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif