Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Covid-19 Papua, Silwanus Sumule. (Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin)
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Covid-19 Papua, Silwanus Sumule. (Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin)

Masyarakat Papua Diajak 'Berdamai' dengan Covid-19

Nasional Virus Korona
Roylinus Ratumakin • 19 Mei 2020 00:01
Jayapura: Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Covid-19 Papua, Silwanus Sumule, mengajak masyarakat 'berdamai' dengan virus korona. Maksudnya, dengan membangun pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan mematuhi imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan pencegahan covid-19.
 
"Hanya itu cara agar terhindar dari covid-19," ungkapnya, Senin, 18 Mei 2020.
 
Silwanus meminta pemerintah kabupaten/kota dan tim Gugus Tugas Covid-19 masing-masing daerah, belajar dari Kabupaten Merauke yang dinilai sukses mengendalikan virus korona baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data, kata dia, Merauke merupakan kabupaten dengan pasien covid-19 pertama di Papua, saat ini memiliki 14 kasus. Dari jumlah itu, 10 pasien telah sembuh sedangkan sisanya masih dirawat dan nihil pasien meninggal. Bahkan, selama dua pekan lebih, tak ada tambahan kasus baru, selain pada Minggu, 17 Mei 2020, muncul tambahan pasien covid-19.
 
Baca juga:Asrama Haji Surabaya Dialihfungsikan sebagai Ruang Isolasi
 
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa kepada teman-teman di Merauke. Setelah dua pekan lebih, baru dapat lagi satu kasus. Apa yang dilakukan Tim Gugus Tugas, Dinas Kesehatan, dan Pemerintah Merauke, di jalur yang benar dan harus menjadi acuan bagi kabupaten lain,” ujarnya.
 
Dikatakan, Kabupaten Merauke berhasil mengendalikan wabah di daerahnya karena sukses melaksanakan tiga kebijakan. Antara lain, lockdown, pelacakan kontak pasien terpapar covid-19, dan melakukan pemeriksaan dan penanganan dengan baik sehingga mampu mengidentifikasi kasus sedini mungkin.
 
“Konsep besar penanganan dan pencegahan covid-19 yang sama, telah kami sampaikan kepada seluruh kabupaten/kota di Provinsi Papua. Namun yang melaksanakan dengan konsisten ialah Merauke. Kita harapkan daerah lain belajar dari mereka,” katanya.
 
Ia menambahkan Papua hingga saat ini belum mencapai puncak kasus sesuai prediksi pemerintah pusat yakni 450 kasus.
 
“Tapi kita sudah mendekat prediksi itu, tinggal butuh 14 kasus. Kita akan lihat ke depan, apakah kita hanya akan tetap di angka 450 atau melewati angka itu. Tetapi bagi kami, masyarakat harus tetap waspada terhadap virus ini,” pungkasnya.

 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif