NEWSTICKER
Tersangka pembunuhan Totok Dwi Prasetya. Foto: medcom.id/ S Hadi
Tersangka pembunuhan Totok Dwi Prasetya. Foto: medcom.id/ S Hadi

Gara-gara Utang, Menantu Bunuh Mertua

Nasional pembunuhan
Syaikhul Hadi • 27 Februari 2020 09:30
Sidoarjo: Seorang menantu menghabisi nyawa mertuanya sendiri di Desa Ganting, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. Siti Fadilah, 48, dibunuh tersangka lantaran tidak diberi pinjaman uang.
 
"Peristiwa pembunuhan terjadi pada Rabu siang, 26 Februari 2020, sekitar pukul 11.30 WIB," ungkap Kapolresta Sidoarjo, Kombes Sumardji, saat merilis tersangka, Rabu malam, 26 Februari 2020.
 
Sumardji menerangkan pelaku ditangkap beberapa jam saat pelarian usai membunuh. Penangkapan pelaku berdasarkan hasil identifikasi polisi saat mendatangi rumah korban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Alhamdulillah, pelaku berhasil ditangkap di rumah neneknya beberapa jam setelah kejadian," terangnya.
 
Baca:Berebut Lem, Remaja Tewas di Tangan Sahabat
 
Dia menuturkan mulanya pelaku Totok Dwi Prasetya, 25, asal Kelopo Sepuluh Sukodono, Sidoarjo, mengunjungi rumah mertuanya di Desa Ganting. Pelaku bermaksud meminjam uang mertua sebanyak Rp3 juta untuk menebus ijazah istrinya.
 
"Karena tidak diberi pinjaman, pelaku kalap dan menganiaya korban hingga tewas," ucapnya.
 
Korban sempat dicekik di bagian leher, kemudian dibanting dan ditendang hingga terjatuh. Usai terjatuh, korban lalu dipukul di kepala dengan miniatur kapal yang terbuat dari keramik.
 
Selanjutnya korban lalu diseret ke dapur, lantas pelaku memukul kepala korban dengan elpiji. Setelah itu, pelaku juga menusuk korban dengan gunting.
 
"Usai membunuh, pelaku membawa kabur gawai milik korban dan sejumlah perhiasan," ungkapnya.
 
Polisi menyita sejumlah barang yang diambil tersangka usai membunuh korban, Yakni gawai dan perhiasan emas milik korban.
 
"Barang-barang itu diambil dari kamar korban. Lalu pergi setelah membunuh," tegasnya.
 
Pelaku terancam Pasal 338 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif