Suasana pelabuhan baru atau Makassar New Port. Saat ini Makassar New Port sudah mendapat izin operasi penuh dari Dirjen Hubla. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.
Suasana pelabuhan baru atau Makassar New Port. Saat ini Makassar New Port sudah mendapat izin operasi penuh dari Dirjen Hubla. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.

Operasi Penuh Makassar New Port Urai Antrean Kapal

Nasional pelayaran
Muhammad Syawaluddin • 10 April 2019 20:31
Makassar: Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi memberikan izin operasi penuh ke PT Pelabuhan Indonesia IV untuk dermaga Makassar New Port (MNP). Operasi MNP dinilai bisa mengurangi antrean kapal di Terminal Petikemas Makassar (TPM) hingga 30 persen.
 
Aktivitas bongkar muat barang di TPM mencapai 2.000 boks per hari sebelum dermaga MNP beroperasi penuh. Bongkaran di TPM turun jadi 1.400 boks per hari.
 
"Kondisi ini jelas menjadi pengurai antrean kapal di dermaga TPM," kata General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Terminal Petikemas Makassar (TPM) Yosef Benny Rohy, di Makassar, Rabu, 10 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Waktu tunggu (waiting time) di dermaga TPM sudah normal dan menjadi satu hari. Sebelum ada MNP, waiting time di TPM bisa mencapai 3-4 hari.
 
Direktur Utama PT Pelindo IV Farid Padang mengatakan izin operasi penuh dari Dirjen Hubla dermaga MNP sudah bisa direct call karena kedalaman dermaga sudah -16 m Low Water Spring (LWS).
 
"Sebelumnya, kedalaman dermaga MNP baru -12 m LWS, namun sudah bisa digunakan untuk uji coba sandar kapal sambil terus dilakukan pengerukan," jelas Farid.
 
MNP sudah bisa disandari kapal yang memuat barang dari Makassar untuk dikirim ke beberapa wilayah Timur Indonesia, seperti, Ambon, Ternate, Sorong, Surabaya, dan Jayapura.
 
Barang yang diangkut antara lain semen, makanan ternak, beras, minuman, palawija, gula pasir dan barang elektronik.
 
"Dengan kedalaman sekarang -16 m LWS, dermaga MNP sudah bisa disandari kapal dengan bobot besar yang biasa digunakan untuk direct call ke beberapa negara di luar negeri," jelasnya.

 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif