ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

KPK Awasi Penggunaan Dana Otonomi Khusus Selama 5 Tahun

Nasional otonomi daerah
Ahmad Mustaqim • 08 April 2021 15:58
Yogyakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti penggunaan dana otonomi khusus (otsus) yang bersumber dari APBN dalam jumlah besar. Bahkan penilaian terhadap keberhasilan penggunaan dana otsus terhadap pembangunan sulit diukur.
 
"Kami sedang memfokuskan (pengawasan) dana ini. (Jumlah) dana besar tapi seakan-akan nyiram ke pasir," kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, di Kota Yogyakarta, Kamis, 8 April 2021.
 
Baca: Pemkot Tangerang Tetap Lakukan Vaksinasi Selama Ramadan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan tiga daerah di Indonesia mendapat dana otsus dalam jumlah besar. Tahun ini dana otsus Papua sebanyak Rp12 triliun 2021. Dana itu dibagi untuk Papua Rp5,4 triliun dan Papua Barat sebesar Rp 2,3 triliun.
 
Kemudian Aceh memperoleh dana Otsus Rp7 triliun tahun ini. Adapun dana otsus Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar Rp1,32 triliun tahun ini. Dana otsus di DIY terus meningkat dari tahun ke tahun.
 
Ghufron menjelaskan komisi antirasuah fokus dalam pengawasan dana otsus itu. Selain nilainya yang besar, peruntukkan dana tersebut longgar.
 
"Evaluasi kami dalam lima tahun (pemakaian dana otsus) ini, ada sekitar Rp180 triliun (untuk Aceh, DIY, dan Papua)," jelas Ghufron.
 
Menurut Ghufron sulit untuk menilai sejauh mana keberhasilan penggunaan dana otsus terhadap pembangunan. Selain itu ia mengatakan juga ada buku catatan tersendiri penggunaan dana itu.
 
"Selain anggaran besar dan longgar, pemeriksaannya pakai buku catatannya sendiri. Juga tak terukur fisibilitasnya terhadap pembangunan," ujarnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif