Wali Kota Bandung, Oded M. Danial. Medcom/Roni
Wali Kota Bandung, Oded M. Danial. Medcom/Roni

Kota Bandung Tetap Terapkan AKB Meski Zona Merah

Nasional Virus Korona PSBB
Roni Kurniawan • 07 Oktober 2020 18:31
Bandung: Pemerintah Kota Bandung meneruskan masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Diperketat untuk menanggulangani penyebaran covid-19.Padahal Kota Bandung kembali masuk zona merah level kewaspadaan covid-19 yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada awal pekan.
 
Menurut Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, keputusan diperpanjangnya masa AKB selama 14 hari kedepan setelah dilakukan rapat terbatas dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkoipmda) di Pendopo pada Rabu, 7 Oktober 2020 siang.
 
"Berdasarkan hasil evaluasi, maka kami masih akan melanjutkan AKB Diperketat. Itu hasil rapat kami bersama Forkopimda," ujar Oded usai rapat terbatas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oded mengaku keputusan tersebut diambil karena dinilai mampu mengendalikan penyebaran covid-19. Hingga 6 Oktober kemarin, lanjut Oded, angka reproduksi penyebaran covid-19 yakni 0,83 persen atau masih dibawah angka 1 persen standar WHO.
 
"Turun 0,16 dari 24 September 2020 lalu. Ini artinya kasus covid-19 di Kota Bandung sangat terkendali. Namun kami akan terus melakukan tindakan tindakan pelacakan dari segi epidemologi, suveilans, dan peningkatan pelayanan kesehatan," tutur Oded.
 
Baca:Aksi Unjuk Rasa di Bandung Kembali Berujung Ricuh
 
Namun diakui Oded, angka kasus aktif covid-19 saat ini bertambah 85 menjadi 189 kasus. Akan tetapi, penambahan tersebut tidak merupakan Pemkot Bandung untuk tetap menerapkan AKB meski masuk zona merah.
 
"Konfirmasi sembuh 1.213, bertambah 192 dari hari sebelumnya, dan konfirmasi meninggal 61, bertambah 7 orang," sahutnya.
 
Oded mengaku memiliki kajian tersendiri di dalam Gugus Tugas Kota Bandung terkait pengendalian covid-19 sehingga masih tetap menerapkan AKB. Namun Oded menghormati kajian yang dilakukan Pemprov Jabar sehingga Kota Bandung dinyatakan zona merah.
 
"Saya menghormati (keputusan Pemprov Jabar) karena beda pandangan bisa saja. Orang tim kajiannya juga berbeda," tegas Oded.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif