ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Jateng Vaksinasi 24 Ribu Tenaga Medis

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 vaksin covid-19 Protokol Covid-19
Mustholih • 14 Januari 2021 07:00
Semarang: Provinsi Jawa Tengah hari ini akan melaksanakan vaksinasi serentak covid-19 di Kabupaten dan Kota Semarang serta Solo. Vaksinasi tahap pertama ini menyasar kepada 24 ribu lebih tenaga kesehatan.
 
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, mengatakan  vaksinasi di tiga daerah itu baru selesai pada April 2020. "Jadi sekitar dua bulan baru selesai," kata Yulianto, di Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 14 Januari 2021.
 
Baca: 6 Daerah di Jabar Mulai Vaksinasi Covid-19

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di Kota Semarang vaksinasi dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo dan Pusat Kesehatan Masyarakat Pandanaran. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan wakilnya, Taj Yasin Maimoen, menjadi orang pertama Jateng yang divaksinasi di RSUD Tugurejo. Sementara, di Puskesmas Pandanaran, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menjadi orang pertama Semarang yang divaksinasi.
 
Di Kabupaten Semarang, vaksinasi dilakukan di Puskesmas Ungaran. Adapun di Solo, vaksinasi diselenggarakan di RSUD Bung Karno. Yulianto meminta para tenaga kerja jangan takut divaksinasi. Sebab, Pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipatif terhadap resiko setelah vaksinasi.
 
"Efek samping kejadian ikutan paska imunisasi sudah kita antisipasi. Tiap fasilitas kesehatan sudah siap. Kita siapkan juga obat-obatan. Jadi tidak perlu khawatir," jelas Yulianto.
 
Menurut Yulianto uji klinis vaksin covid-19 sejauh ini tidak mengakibatkan efek samping yang berbahaya. "Memang ada (kejadian ikutan) lokal dan sesaat. Misal, nyeri di tempat suntikan, mungkin gatal-gatal. Laporan penguji klinis tidak ada yang sampai berat," jelas Yulianto.
 
Yulianto menegaskan Pemerintah bakal mengedepankan tindakan persuasif. Pihak terkait akan memberikan pemahaman kepada petugas kesehatan yang menolak dilakukan vaksin.
 
"Akan ditanya lasan menolak karena apa? Kalau takut, kita kuatkan dulu. Banyak dokter yang akan jelaskan," ungkap Yulianto.
 
Namun jika tenaga kesehatan yang tidak mau divaksinasi itu berkukuh menolak disuntik vaksin covid-19, kata Yulianto, Dinas Kesehatan Jateng tidak akan melakukan pemaksaan. "Nanti yang bersangkutan akan menandatangani surat pernyataan penolakan. Formulir sudah kita siapkan," jelas Yulianto.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif