Dampak kerusakan akibat gelombang tinggi di Pantai Glagah, Temon, Kulon Progo. Foto: Dok. SAR Kulon Progo
Dampak kerusakan akibat gelombang tinggi di Pantai Glagah, Temon, Kulon Progo. Foto: Dok. SAR Kulon Progo

Sejumlah Titik Area Sabuk Hijau YIA Rusak

Nasional bencana alam gelombang tinggi Bandara Yogyakarta International Airport
Ahmad Mustaqim • 02 November 2020 16:57
Kulon Progo: Sejumlah titik di area sabuk hijau Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), rusak. Kerusakan akibat hantaman gelombang itu terpantau sejak Minggu malam, 1 November 2020. 
 
Petugas Satlimas Rescue Istimewa Wilayah Kulon Progo, Agung Nugroho, mengatakan, titik kerusakan ada di Pantai Glagah, Kecamatan Temon. Sejumlah warung dan fasilitas penunjang wisata rusak.
 
"Ada tiga bangunan warung rusak. Lalu dua kamar mandi umum dan tempat parkir. Letaknya di sisi barat (Pantai Glagah)," kata Agung di Kulon Progo, Senin, 2 November 2020. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, kata dia, pepohonan di area sabuk hijau YIA juga turut tumbang. Pepohonan yang rusak terhantam abrasi bahkan tercabut dari akarnya. 
 
"Abrasinya (sepanjang) 100 meter dengan kedalaman tujuh meter," ungkapnya.
 
 Baca juga: 408 Wisatawan Jawa Barat Menunggu Hasil Tes Usap
 
Ia menerangkan, gelombang tinggi di kawasan pantai selatan, khususnya di Kulon Progo, mulai terjadi kemarin. Agung memperkirakan ketinggian gelombang mencapai empat meter. 
 
Pihaknya meminta masyarakat menunda berbagai aktivitas di sekitar Pantai Glagah. Meski diperkenankan berwisata, wisatawan dilarang mendekat atau bermain air di bibir pantai. 
 
"Imbauan ini demi keamanan. Jangan bermain air saat gelombang tinggi karena sangat berbahaya," ujarnya. 
 
Seorang warga sekitar, Samsudi, menuturkan, kamar mandi dan tempat parkir yang ia jaga terhantam ombak dan rusak. Ia mengeklaim menderita kerugian puluhan juta rupiah. Samsudi mengaku tak tahu akan memperbaiki kerusakan atau berpindah lokasi lain. 
 
"Rusaknya di sini parah. Nominal pasti kerugian enggak bisa tahu pastinya," ucap Samsudi. 
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif